Kisah Perjalanan Religi Seorang Jurnalis “Agung” ke Tanah Suci Makkah al-Mukarramah

Makkah al-Mukarramah. Foto: Harnas.id/ Sidharta Aria Agung

MAKKAH, Harnas.id – Sebagai seorang jurnalis yang telah menjelajahi banyak tempat di Indonesia, terutama di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, untuk melaporkan berita dan cerita-cerita inspiratif, Sidharta Aria Agung melakukan perjalanan ke Tanah Suci Makkah al-Mukarramah.

Bagi sebagian besar umat Islam, Makkah adalah tempat yang suci dan didambakan untuk dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup.

Bagi jurnalis yang memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Makkah, tujuan mereka bukan hanya sekadar melaporkan berita atau menulis cerita. Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah sebuah pencarian spiritual dan pengalaman yang mendalam dalam memahami agama dan keyakinan yang mereka miliki.

Sidharta Aria Agung dan Jamaah BK Corp Depok. Foto: Harnas.id/ Sidharta Aria Agung
Sidharta Aria Agung dan Jamaah BK Corp Depok. Foto: Harnas.id/ Sidharta Aria Agung

Perjalanan ini didukung oleh BK Corporate, membuat Agung dan rombongan menjadi lebih khusyuk dalam beribadah. Semua ini dianggap sebagai panggilan Allah dan merupakan keajaiban serta keberkahan hidup.

Persiapan fisik, mental, dan spiritual menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan tersebut. Agung mungkin telah membaca banyak tentang Makkah, mengenal rukun Islam, dan mempelajari prosedur haji atau umrah, namun ketika mereka tiba di sana, semua pengetahuan tersebut menjadi pengalaman yang nyata dan mendalam.

Ketika tiba di Makkah, Agung disambut oleh suasana yang khusyuk dan penuh penghormatan terhadap Tuhan, serta merasakan kebersamaan dengan jutaan jamaah Muslim dari berbagai belahan dunia yang datang untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Bagi seorang jurnalis, momen ini adalah kesempatan langka untuk merasakan persatuan umat Islam dalam menghadapkan diri kepada Sang Pencipta.

Sidharta Aria Agung. Foto: Harnas.id
Sidharta Aria Agung. Foto: Harnas.id

Selama di Makkah, Agung dan rombongan dari Depok menjalani serangkaian ibadah seperti thawaf di sekitar Ka’bah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, dan mendengarkan khutbah di Masjidil Haram.

Setiap langkah yang diambil di dalam Masjidil Haram dan di sekitar Ka’bah, memberikan perasaan ketenangan dan kedamaian yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Perjalanan ke Makkah juga memberikan kesempatan kepada Agung dan rombongan untuk bertemu dengan berbagai tokoh agama, ulama, dan cendekiawan Islam yang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mereka tentang agama Islam.

Diskusi-diskusi ini menjadi momen penting dalam memperkaya pemahaman Agung tentang Islam dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Setelah nanti kembali dari perjalanan ke Makkah, Agung dan rombongan membawa pulang bukan hanya berita atau cerita, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam dan inspiratif. Mereka akan memiliki pandangan yang lebih dalam tentang agama Islam, rasa hormat yang lebih besar terhadap keberagaman umat Islam, dan tekad yang lebih kuat untuk terus memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan persatuan di dunia.

Bagi seorang jurnalis, perjalanan ke Makkah bukan hanya sekadar liputan atau tugas profesional. Lebih dari itu, perjalanan ini adalah sebuah perjalanan spiritual yang membawa mereka pada kesadaran yang lebih dalam tentang makna hidup, keberagaman manusia, dan kekuatan iman dalam menghadapi tantangan hidup.

  • Laporan: Sidharta Aria Agung/ Makkah
  • Editor: IJS