Ilustrasi sejumlah penari tampil saat pembukaan atraksi wisata Tari Kecak Uluwatu di kawasan Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu (31/10/2020). Atraksi wisata ini kembali dipentaskan empat kali dalam seminggu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi wisatawan dan seniman setelah sebelumnya ditutup akibat pandemi COVID-19. ANTARA | FIKRI YUSUF

HARNAS.ID – Bank Indonesia Provinsi Bali menyebut perekonomian Bali pada triwulan III 2020 mulai menunjukkan pemulihan, yang tercermin dari pertumbuhan sebesar 1,66 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (qtq). Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, pertumbuhan 1,66 persen (qtq) ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan lalu 7,24 persen (qtq).

“Nilai PDRB naik dari Rp 35,84 triliun pada triwulan II menjadi Rp 36,44 triliun pada triwulan III 2020,” katanya dikutip Antara, Jumat (6/11/2020).

Perbaikan ini seiring dengan implementasi strategi pemulihan ekonomi yaitu penerapan tatanan kehidupan baru atau program CHSE (clean, healthy, safety, and environment) khususnya di sektor pariwisata.

Dari 17 lapangan usaha, 11 di antaranya tercatat tumbuh positif dengan tiga pertumbuhan tertinggi dialami lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 3,98 persen (qtq), diikuti sektor jasa lainnya 3,86 persen (qtq), dan informasi dan komunikasi 3,78 persen (qtq).

Sejalan dengan mulai dibukanya wisatawan domestik, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi, dan industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,41 persen (qtq), 3,64 persen (qtq), dan 3,4 persen (qtq).

Dari sisi penggunaan, perbaikan terjadi pada komponen konsumsi pemerintah 21,76 persen (qtq), ekspor luar negeri 11,17 persen (qtq), dan investasi 32,68 persen (qtq). Sedangkan konsumsi rumah tangga masih tumbuh terbatas 1,87 persen (qtq).

Sementara itu, jika dilihat secara pertumbuhan tahunan (yoy), Bali masih mengalami kontraksi 12,28 persen atau lebih rendah dari triwulan II sebesar -11.02 persen. Hal ini, mengindikasikan bahwa meskipun secara level terjadi peningkatan dibanding triwulan II 2020, nilai PDRB Bali pada triwulan III-2020 masih jauh di bawah nilai PDRB triwulan III 2019.

Trisno mengatakan, pemulihan akan berlanjut pada triwulan IV 2020, seiring dengan perkiraan membaiknya kondisi pariwisata, khususnya wisatawan domestik. Ini terkonfirmasi dari indikator utama jumlah kedatangan penumpang domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang tercatat sebesar 121.937 orang pada Oktober 2020, atau tumbuh 32,77 persen (mtm).

Optimistis pemulihan ini juga terkonfirmasi dari pengolahan big data Google Trends yang mencerminkan bahwa minat wisatawan domestik dan wisman ke Bali sangat besar. Itu karena pencarian travel di Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia maupun destinasi wisata lainnya di kawasan Asia.

“Peluang ini harus dioptimalkan, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, sehingga pemulihan aspek ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara pararel,” ujar Trisno.

Editor: Ridwan Maulana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini