BuitenJazz Siapkan Konser “Meet the Legends”, Jazz Bogor Bersiap Naik Panggung Lagi

Komunitas musik BuitenJazz Kota Bogor saat menggelar kegiatan roadshow jazz sebagai bagian dari penguatan ekosistem musik di Kota Bogor. Foto: Istimewa
Komunitas musik BuitenJazz Kota Bogor saat menggelar kegiatan roadshow jazz sebagai bagian dari penguatan ekosistem musik di Kota Bogor. Foto: Istimewa

Harnas.id, BOGOR — Komunitas pecinta musik jazz di Kota Bogor yang tergabung dalam BuitenJazz tengah menyiapkan konser perdana bertajuk “Meet the Legends” yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Konser ini menjadi salah satu momentum penting bagi komunitas tersebut setelah aktif menggerakkan kegiatan musik jazz di Kota Hujan sejak 2023.

Inisiator BuitenJazz, Nanang Yuswanto, mengatakan konser ini bukan sekadar pertunjukan musik. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi penanda bahwa komunitas jazz di Bogor masih hidup dan terus berkembang.

Menurut Nanang, nama BuitenJazz sendiri terinspirasi dari sejarah Kota Bogor yang dahulu dikenal sebagai Buitenzorg. Identitas historis tersebut kemudian dijadikan dasar untuk membangun gerakan komunitas musik jazz yang memiliki ciri khas lokal.

“Kami ingin menghidupkan kembali musik jazz dengan identitas yang sangat Bogor. BuitenJazz hadir untuk mengakomodasi komunitas dan pecinta jazz yang selama ini mungkin bergerak sendiri-sendiri. Kami ingin menunjukkan bahwa jazz di Bogor tetap eksis dan terus berkembang,” ujar Nanang, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, salah satu inspirasi lahirnya gerakan komunitas jazz di Bogor juga tidak lepas dari sosok legenda jazz Indonesia, almarhum Idang Rasjidi, yang memiliki kedekatan dengan Kota Bogor.

Bagi BuitenJazz, kehadiran komunitas ini juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan musik jazz agar tidak berhenti sebagai sejarah semata, melainkan tetap hidup melalui regenerasi musisi.

“Konsep ‘Meet the Legends’ kami hadirkan untuk memberikan apresiasi kepada para maestro jazz Indonesia sekaligus menjadi sarana transfer ilmu kepada generasi muda,” jelasnya.

Melalui konsep tersebut, BuitenJazz berharap terjadi pertemuan lintas generasi antara musisi senior dan generasi muda. Dengan demikian, ekosistem jazz dapat terus berkembang melalui proses pembelajaran langsung dari para legenda.

“Tujuannya agar ada regenerasi. Kami ingin menyatukan pecinta jazz dari kalangan muda hingga senior,” kata Nanang.

Selain itu, BuitenJazz juga ingin menghapus anggapan bahwa musik jazz hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Komunitas ini berupaya menghadirkan jazz dalam ruang yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat.

Sejak mulai aktif pada 2023, BuitenJazz rutin menggelar berbagai kegiatan roadshow musik jazz di sejumlah tempat di Kota Bogor. Kegiatan tersebut digelar di restoran, kafe hingga ruang terbuka publik.

Melalui agenda tersebut, komunitas ini berupaya memperluas akses masyarakat terhadap musik jazz sekaligus memperkuat ekosistem komunitas kreatif di Kota Bogor.

Tak hanya dari sisi seni, BuitenJazz juga memiliki visi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata kota melalui penyelenggaraan event musik.

Sebagai rangkaian menuju konser utama, BuitenJazz juga berencana kembali menggelar roadshow jazz di berbagai lokasi setelah libur Lebaran.

Puncaknya pada Juni 2026, konser “Meet the Legends” akan digelar di Puri Begawan Bogor dengan menghadirkan sejumlah legenda musik Indonesia seperti Ermy Kulit, Dian Pramana Poetra (Dian PP/Dedi Dhukun), serta Mus Mujiono.

“BuitenJazz lahir dari akar rumput. Ini adalah identitas baru Kota Bogor. Kami ingin musik jazz bisa dinikmati oleh siapa saja, di mana saja,” ujar Nanang.

Sementara itu, inisiator BuitenJazz lainnya, Triono, menuturkan komunitas tersebut telah beberapa kali menggelar festival musik dengan melibatkan musisi dari Bogor maupun luar daerah.

Saat ini, BuitenJazz memiliki homebase di Kopi Wangsa yang berlokasi di Jalan Baranangsiang Indah, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Menurut Triono, tempat tersebut menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta jazz dari berbagai daerah untuk berdiskusi, berlatih hingga berkolaborasi dalam kegiatan musik.

“Secara rutin, BuitenJazz menjadi wadah pertemuan komunitas jazz, tidak hanya dari Bogor tetapi juga dari luar daerah,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari kalangan pelaku industri pariwisata. Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menilai kegiatan komunitas seperti BuitenJazz dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kota.

Menurutnya, event musik yang digelar secara konsisten berpotensi menggerakkan sektor UMKM, pariwisata hingga industri kreatif di Kota Bogor.

“Dari sisi bisnis, BuitenJazz ini sangat positif, apalagi jika ada konsep kegiatan rutin yang mampu menggerakkan perekonomian melalui musik dan komunitas. Kami tentu mendukung siapapun yang ingin memajukan Kota Bogor, terutama di sektor ekonomi dan bisnis,” katanya.

Editor: IJS