Nasib Bandung Zoo Masih Dikaji, Pemkot Pertimbangkan Tiga Opsi Pengelolaan

Kawasan Bandung Zoo yang Tutup Sejak Agustus 2025. Foto: Istimewa.
Kawasan Bandung Zoo yang Tutup Sejak Agustus 2025. Foto: Istimewa.

Harnas.id, BANDUNG – Nasib Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) hingga kini masih belum menemui kepastian. Sejak menghentikan operasional pada Agustus 2025, kawasan wisata edukasi satwa tersebut belum kembali dibuka, sementara publik terus menanti kejelasan arah pengelolaannya.

Pemerintah saat ini tengah mematangkan kebijakan terkait masa depan Bandung Zoo. Setidaknya terdapat tiga opsi yang sedang dikaji, yakni mempertahankan konsep kebun binatang seperti sebelumnya, mengubahnya menjadi kebun binatang dengan jumlah satwa terbatas yang terintegrasi sebagai ruang terbuka hijau (RTH), atau menjadikannya ruang terbuka hijau sepenuhnya tanpa fungsi kebun binatang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pemerintah kota tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait kawasan tersebut. Menurutnya, penentuan arah kebijakan harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari nilai sejarah, lingkungan, hingga kepentingan masyarakat.

Farhan menyebutkan, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai masa depan Bandung Zoo. Pemkot Bandung masih melakukan kajian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Pusat untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Di sisi lain, Pemkot Bandung menegaskan bahwa Bandung Zoo merupakan aset milik daerah, sementara pengawasan terhadap satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

Selama proses kajian berlangsung, Pemkot memastikan kawasan Bandung Zoo tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat diakses masyarakat dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Keberadaan kawasan tersebut dinilai memiliki nilai historis dan ekologis yang penting bagi Kota Bandung.

Farhan menambahkan, keputusan yang akan diambil ke depan harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap sejarah kawasan, serta kebutuhan warga kota.

“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan jangka panjang Kota Bandung dan warganya,” ujarnya.

Editor: IJS