Harnas.id, BOGOR — Di balik penampilan rapi Joko Widodo di berbagai agenda kenegaraan, ada sosok sederhana yang setia merapikan rambutnya selama dua periode kepemimpinan. Dialah Jumadi (40), pria asal Kabupaten Indramayu yang kini sukses membangun usaha cukur rambut atau barbershop di jantung Kota Bogor.
Perjalanan hidup Jumadi bukanlah kisah instan. Ia memulai karier dari bawah sebagai office boy di sebuah salon. Dengan ketekunan dan semangat belajar, ia naik menjadi asisten, terapis, hingga akhirnya memutuskan mengikuti pendidikan salon profesional demi mengasah keahlian sebagai barber.
Kerja kerasnya berbuah manis. Jumadi dipercaya menjadi tukang cukur langganan Presiden Jokowi sejak periode pertama hingga kedua. Kepercayaan itu bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga soal sikap, kejujuran, dan kerendahan hati yang selalu ia jaga.
Kedekatan profesionalnya dengan orang nomor satu di Indonesia itu semakin terlihat ketika Jumadi diundang langsung ke Solo untuk menghadiri pernikahan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden. Seluruh akomodasi ditanggung pihak Istana sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.
Tak hanya itu, Jumadi juga kerap hadir dalam momen penting kenegaraan, termasuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus di Istana Negara.
Ada kisah menarik yang menunjukkan sisi humanis hubungan Jumadi dan Presiden. Suatu ketika, ajudan Presiden, Syarif Muhammad Fitriansyah, menghubunginya untuk segera datang ke Istana guna memotong rambut Jokowi.
Namun saat itu Jumadi sedang menonton film di bioskop bersama keluarganya.
“Maaf Bang, saya sedang di bioskop nonton film sama keluarga,” jawab Jumadi jujur.
Respons Presiden pun penuh canda. “Tukang cukur banyak, tapi tidak ada yang seviral kamu,” ujar Jokowi sambil tertawa.
Dalam kesempatan lain, Jumadi pernah datang ke Istana mengenakan celana pendek. Ia kemudian “didandani” oleh para ajudan hingga Mayor Teddy dengan pakaian yang ukurannya kurang pas.
“Aneh kamu, Jum, pakai baju itu. Kamu harus jadi diri sendiri, Mas Jum,” ucap Presiden sambil tersenyum.
Pesan yang paling membekas bagi Jumadi dari Presiden ke-7 RI itu adalah: “Tetap rendah hati dan terus bekerja keras.”
Kini, Jumadi memiliki tempat usaha sendiri bernama Jumadi Barbershop yang berlokasi din Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Sebelumnya, ia sempat beroperasi di kawasan Pandu Raya sebelum akhirnya membuka tempat yang lebih representatif dan eksklusif di pusat kota.
Konsep yang diusung adalah private barbershop, memberikan kenyamanan dan privasi bagi pelanggan. Tak hanya melayani di tempat, Jumadi juga menyediakan layanan panggilan ke rumah maupun kantor bagi pelanggan yang menginginkan layanan eksklusif.
Popularitas Jumadi tidak hanya karena statusnya sebagai tukang cukur Presiden. Di Kota Bogor, jasanya banyak digunakan oleh berbagai kalangan.
Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, artis lokal, pengusaha, hingga sejumlah pejabat di Kota Bogor tercatat menjadi pelanggan setianya. Banyak di antara mereka memilih layanan private untuk menjaga kenyamanan dan efisiensi waktu.
Bagi Jumadi, setiap pelanggan diperlakukan sama.
“Siapa pun yang datang, saya layani dengan sepenuh hati. Prinsip saya tetap sama, kerja maksimal dan jaga kepercayaan,” ujarnya.
Kisah hidup Jumadi menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan dapat diraih siapa saja yang mau belajar, konsisten, dan tidak berhenti berusaha.
Dari seorang office boy hingga dipercaya merapikan rambut Presiden Republik Indonesia selama dua periode, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Di tengah gemerlap kisahnya yang viral, Jumadi tetap memilih sederhana. Ia percaya bahwa keterampilan adalah amanah, dan kepercayaan adalah modal terbesar dalam hidup.
Dari Indramayu ke Istana, lalu kembali membangun usaha di Kota Bogor—Jumadi menunjukkan bahwa kerja keras dan kerendahan hati mampu membuka pintu-pintu kesempatan yang tak pernah disangka sebelumnya.
Editor: IJS











