Harnas.id, JAKARTA – Departemen Perdagangan Provinsi Shanxi memimpin delegasi ekonomi dan perdagangan ke Indonesia dalam rangka promosi industri energi sekaligus memperluas kerja sama ekonomi bilateral. Kunjungan yang berlangsung pada 10–12 Mei 2026 itu difokuskan untuk memperkuat koneksi perusahaan-perusahaan asal Shanxi dengan pasar internasional, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki posisi strategis dalam sektor energi kawasan.
Delegasi tersebut memanfaatkan ajang Indonesia International Coal & Energy Industry Expo sebagai sarana memperkenalkan kekuatan utama industri energi Shanxi kepada pelaku usaha dan investor internasional. Dalam kesempatan itu, pihak Shanxi juga mempromosikan agenda China (Taiyuan) International Energy Industry Expo 2026yang akan digelar di Taiyuan, Tiongkok, pada September mendatang.
Pameran energi internasional di Taiyuan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu platform penting bagi industri energi Tiongkok untuk membuka akses kerja sama global. Hingga saat ini, ajang tersebut telah digelar sebanyak sepuluh kali dan menjadi ruang pertemuan berbagai perusahaan energi dunia untuk menampilkan teknologi terbaru, inovasi industri, hingga solusi transformasi energi modern.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, area pameran disebut akan mencapai 60 ribu meter persegi dengan tiga zona utama, yakni zona hasil inovasi, zona komprehensif, dan zona profesional. Berbagai teknologi energi mutakhir akan dipamerkan dalam kegiatan itu, mulai dari energi angin, tenaga surya, penyimpanan energi, hidrogen, hingga pengembangan tambang pintar berbasis digital dan jaringan 5G.
Selain sektor teknologi energi baru, pameran tersebut juga akan menampilkan sistem operasi dan pemeliharaan digital untuk peralatan industri energi. Penyelenggara menyebut forum itu akan diisi berbagai agenda tematik berskala internasional yang menghadirkan para profesional, akademisi, dan pelaku industri energi dari berbagai negara untuk membahas arah masa depan transisi energi global.
Sebagai provinsi pertama di Tiongkok yang dijadikan wilayah percontohan reformasi revolusi energi secara menyeluruh, Shanxi memiliki posisi penting dalam industri energi nasional negara tersebut. Shanxi dikenal memiliki cadangan batu bara besar dengan kualitas tinggi, serta sumber daya lain seperti gas metana batu bara dan bauksit yang menjadi fondasi utama pengembangan energi berkelanjutan.
Di sisi lain, Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam kerja sama Belt and Road Initiative atau Inisiatif Sabuk dan Jalan. Indonesia dinilai memiliki sumber daya batu bara melimpah serta fondasi industri energi yang kuat, sehingga dianggap memiliki tingkat saling melengkapi yang tinggi dengan Shanxi dalam pengembangan sektor energi dan perdagangan.
“Kami dengan tulus mengundang perusahaan, institusi, dan para ahli di bidang energi dari seluruh dunia untuk berkumpul di Taiyuan pada musim gugur bulan September, menghadiri China (Taiyuan) International Energy Industry Expo 2026, untuk bersama-sama menjalin kerja sama dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar penyelenggara kegiatan tersebut.
Selama berada di Indonesia, delegasi Shanxi juga melakukan peninjauan terhadap aktivitas perusahaan-perusahaan asal Shanxi yang beroperasi di luar negeri. Mereka turut mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah Indonesia, asosiasi bisnis, serta perusahaan energi utama untuk membangun komunikasi lebih lanjut terkait peluang kerja sama energi dan perdagangan.
Pihak delegasi juga mengundang berbagai institusi dan pelaku industri Indonesia untuk datang langsung ke Shanxi guna melakukan pertukaran pengalaman serta eksplorasi transformasi energi. Langkah itu dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan energi antara Indonesia dengan Provinsi Shanxi di tengah meningkatnya kebutuhan kerja sama energi regional.
Editor: IJS











