Dari Lapangan ke Diplomasi: Legenda Bola Indonesia Sambangi Kedubes Iran, Suarakan Dukungan

Pertemuan legenda sepak bola Indonesia dengan perwakilan Kedutaan Iran di Jakarta: Foto: Harnas.id
Pertemuan legenda sepak bola Indonesia dengan perwakilan Kedutaan Iran di Jakarta: Foto: Harnas.id

Harnas.id, JAKARTA — Dukungan terhadap Timnas Iran datang dari komunitas sepak bola Indonesia. Sejumlah legenda, jurnalis, dan pencinta bola menyambangi Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Rabu (18/3), dalam sebuah pertemuan yang bernuansa silaturahmi sekaligus solidaritas.

Kegiatan yang diinisiasi Rembuk Sepakbola Nasional (RSN) ini menghadirkan sejumlah nama lama di dunia sepak bola nasional. Di antaranya Hery Kiswanto dan Rully Nere, yang ikut hadir bersama perwakilan RSN seperti Eddy Syah, Tengku Chairul Wisal, dan Salmon Siagian.

Turut hadir pula sejumlah jurnalis senior, seperti M. Nigara, Yesayas Oktavianus, dan Effendi Gazali. Mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang, mencerminkan keberagaman dalam satu kepentingan yang sama: sepak bola.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bersama Konsul Budaya Yahya Jahan Giri dan Kepala Diplomasi Publik Reza Najafi.

Dalam pertemuan tersebut, para pencinta sepak bola Indonesia menyampaikan harapan agar Timnas Iran dapat tampil di Piala Dunia. Mereka juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi tim maupun para pendukung selama ajang berlangsung.

Dubes Iran, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan. Ia mengaku bangga melihat perhatian dan simpati dari masyarakat Indonesia terhadap tim nasional negaranya.

Sementara itu, Konsul Budaya Yahya Jahan Giri sempat mencoba menghubungi pelatih dan pemain Timnas Iran untuk menyampaikan langsung dukungan tersebut. Namun upaya itu belum berhasil karena perbedaan waktu.

Selain isu sepak bola, pertemuan juga diwarnai pernyataan dukungan terhadap Iran dalam konteks yang lebih luas. Para peserta menyuarakan solidaritas terhadap upaya Iran dalam mempertahankan kedaulatan dan keyakinannya.

Ke depan, Kepala Diplomasi Publik Reza Najafi bahkan mengusulkan agenda persahabatan melalui pertandingan trofeo. Rencananya, laga tersebut akan mempertemukan tim Kedutaan Iran, legenda sepak bola Indonesia, serta jurnalis nasional.

Pertemuan ini menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi ruang yang efektif untuk membangun komunikasi lintas negara. Semangat “Football Unites the World” menjadi benang merah dalam kegiatan yang melibatkan berbagai latar belakang suku, agama, dan profesi tersebut.

Editor: IJS