Harnas.id, BEKASI – Penanganan korban insiden transportasi di Bekasi Timur masih menjadi prioritas utama pemerintah. Hingga pembaruan terakhir, jumlah korban tercatat 106 orang, dengan 15 meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Dari total korban luka, sebanyak 53 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 38 penumpang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa fokus saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang maksimal. Di sisi lain, pemulihan operasional KRL belum sepenuhnya dilakukan dan masih menunggu hasil evaluasi keselamatan.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari KNKT. Saat ini sedang dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun,” ujar Dudy.
Proses evakuasi disebut berlangsung cukup panjang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, penanganan di lokasi kejadian memakan waktu hingga sekitar 10 jam untuk memastikan seluruh penumpang tertangani dengan aman.
“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak. Total korban saat ini 106 orang, dengan 15 meninggal dunia. Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit dan 38 lainnya telah dipulangkan,” jelas Bobby.
Pasca evakuasi, langkah berikutnya difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan sarana. Jalur hilir lintas Bekasi–Tambun sudah mulai dibuka sejak Selasa dini hari (27/4) pukul 01.30 WIB.
Sementara jalur hulu dinyatakan dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km per jam. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah pengamanan sesuai rekomendasi keselamatan.
Evaluasi menyeluruh masih terus berjalan, melibatkan regulator dan pihak terkait. Proses investigasi oleh KNKT juga tetap berlangsung untuk mengungkap penyebab insiden secara komprehensif.
Di tengah proses pemulihan, KAI menyiapkan dua posko layanan selama 14 hari. Posko tersebut berada di Stasiun Bekasi Timur untuk keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan kereta jarak jauh yang terdampak.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan bahwa hak pelanggan tetap menjadi perhatian, termasuk pengembalian tiket secara penuh untuk perjalanan yang dibatalkan.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100%. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” ujar Anne.
Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 29 April 2026 turut dibatalkan sebagai dampak dari insiden ini. Berikut daftar lengkap perjalanan yang dibatalkan:
- KA 263 Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasarturi – Semarang Tawang)
- KA 264 Ambarawa Ekspres (Semarang Tawang – Surabaya Pasarturi)
- KA 267 Banyubiru (Solo Balapan – Semarang Tawang)
- KA 268 Banyubiru (Semarang Tawang – Solo Balapan)
- KA 152 Brantas (Pasar Senen – Blitar)
- KA 151 Brantas (Blitar – Pasar Senen)
- KA 251 Jayakarta (Pasar Senen – Surabaya Gubeng)
- KA 252B Jayakarta (Surabaya Gubeng – Pasar Senen)
- KA 245B Majapahit (Pasar Senen – Malang)
- KA 246B Majapahit (Malang – Pasar Senen)
- KA 103B Bogowonto (Pasar Senen – Lempuyangan)
- KA 104B Bogowonto (Lempuyangan – Pasar Senen)
- KA 132 Parahyangan (Gambir – Bandung)
- KA 133 Parahyangan (Bandung – Gambir)
- KA 7007C KA Tambahan (Yogyakarta – Gambir)
- KA 7008C KA Tambahan (Gambir – Yogyakarta)
- KA 161 Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen)
- KA 162 Bangunkarta (Pasar Senen – Jombang)
- KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 50F–51F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 63B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA 64B Manahan (Gambir – Solo Balapan)
- KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi – Gambir)
- KA 30F Argo Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasarturi)
KAI menegaskan bahwa proses pemulihan tidak akan dilakukan terburu-buru. Aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum seluruh layanan kembali beroperasi normal.
“KAI memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan layanan kembali berjalan dengan baik,” tutup Anne.
Catatan Redaksi: Berita ini bersumber dari siaran pers yang diterima redaksi dan telah disunting oleh Harnas.id.
Editor: IJS











