
Harnas.id, JAKARTA – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 memasuki hari kesembilan dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tetap terjaga. Dalam periode Jumat, 20 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas situasi di lapangan.
Meski situasi relatif kondusif, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Tercatat 260 kejadian dengan rincian 15 orang meninggal dunia, 25 luka berat, dan 272 luka ringan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp695,7 juta.
Di sisi arus kendaraan, volume lalu lintas keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 48.440 kendaraan. Angka ini turun 13,86 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, arus masuk Jakarta tercatat sebanyak 20.519 kendaraan atau turun 56,42 persen dari kondisi normal. Kondisi ini menunjukkan arus lalu lintas cenderung landai dan terkendali.
Seiring kondisi tersebut, Korps Lalu Lintas Polri resmi menghentikan penerapan rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil setelah melalui evaluasi serta sosialisasi kepada masyarakat.
Juru Bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kondisi arus kendaraan yang sudah stabil. “Berdasarkan hasil evaluasi, arus lalu lintas terpantau landai dan terkendali, sehingga rekayasa one way nasional dihentikan dan arus kendaraan kembali normal dua arah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas akan tetap bersifat dinamis. Penyesuaian akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Saat ini, arus kendaraan baik menuju Jakarta maupun ke arah Trans Jawa terpantau normal. Kepolisian mulai mengalihkan fokus pengamanan ke rangkaian Hari Raya Idul Fitri, mulai dari malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga pengamanan di lokasi wisata.
Di sisi lain, Polri juga mengingatkan potensi lonjakan mobilitas pasca Lebaran atau yang dikenal sebagai fenomena “bangkit mudik”. Kesiapan personel di lapangan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan.
Pengelolaan arus balik dipastikan akan dilakukan secara optimal, seperti pada arus mudik sebelumnya. Masyarakat diimbau memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari penumpukan kendaraan dalam satu waktu.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi kepadatan akibat kegiatan halal bihalal dan lonjakan kunjungan ke objek wisata, terutama wisata air. Masyarakat dan pengelola diminta memperhatikan kapasitas serta mengutamakan keselamatan.
Polri menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. Sinergi antara TNI, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci kelancaran pengamanan Lebaran tahun ini.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membawa keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
Editor: IJS










