Dari Warung Sembako ke Ribuan Transaksi: Perempuan Palembang Ini “Naik Kelas” Lewat BRILink

Agen BRILink perempuan di Palembang melayani transaksi keuangan warga di kios usahanya. Foto: Humas BRI
Agen BRILink perempuan di Palembang melayani transaksi keuangan warga di kios usahanya. Foto: Humas BRI

Harnas.id, PALEMBANG – Program BRILink Agen yang diperluas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan dampak nyata dalam memperkuat inklusi keuangan di masyarakat. Skema ini tidak hanya mempermudah akses layanan perbankan, tetapi juga membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Salah satu kisah itu datang dari Miya (42), perempuan pelaku usaha di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. Sejak 2017, ia menjalankan usaha BRILink Agen yang kini menjadi salah satu pusat layanan transaksi warga sekitar.

Perjalanan Miya tidak langsung mulus. Sebelum kembali ke Palembang, ia dan suami sempat bekerja di Batam hingga perusahaan tempat mereka bekerja berhenti beroperasi. Kondisi tersebut membuatnya kembali merintis usaha dari nol dengan membuka warung sembako sebagai sumber penghidupan keluarga.

Beberapa tahun berjalan, kesempatan datang ketika pihak BRI menawarkan kemitraan sebagai BRILink Agen. Tawaran itu sempat membuatnya ragu karena belum memiliki pengalaman di dunia layanan perbankan. Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, ia akhirnya memutuskan menerima peluang tersebut.

“Awalnya saya sempat takut karena belum pernah berurusan dengan layanan bank. Tapi setelah saya pikirkan dan diskusi dengan suami, akhirnya saya ambil kesempatan itu untuk menambah usaha di rumah,” ujar Miya.

Kini, Miya mengelola dua titik layanan BRILink Agen di kawasan Talang Putri dan Plaju. Layanan yang diberikan meliputi tarik tunai, transfer antarbank maupun sesama bank, pembayaran listrik dan PDAM, hingga pengisian dompet digital.

Dari aktivitas tersebut, volume transaksi yang dikelola terbilang tinggi. Dalam satu bulan, total transaksi yang tercatat bisa mencapai sekitar 3.000 transaksi, atau rata-rata hingga 100 transaksi per hari.

“Kalau digabungkan, sebulan bisa sekitar 3.000 transaksi. Sehari bisa sampai 100 transaksi,” kata Miya.

Selain sisi bisnis, kehadiran BRILink Agen juga mengubah pola interaksi sosial di lingkungannya. Miya dikenal memberikan pelayanan yang ramah, bahkan kerap menyediakan minuman atau makanan ringan bagi warga yang mengantre saat kondisi ramai.

Seiring waktu, usaha yang awalnya hanya warung sembako sederhana berkembang signifikan. Dari usaha semi permanen yang masih menyewa, kini Miya telah memiliki bangunan usaha permanen, rumah dua lantai, hingga aset produktif lainnya.

“Perubahan sangat terasa. Dulu hidup pas-pasan, sekarang Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. Bisa bangun rumah, beli tempat usaha, tanah, kendaraan, dan mulai investasi,” ungkapnya.

Miya menegaskan bahwa kunci utama dalam menjalankan usaha adalah kepercayaan, kejujuran, serta konsistensi dalam pelayanan. Ia juga mengapresiasi dukungan BRI yang tidak hanya menyediakan sistem, tetapi juga pembinaan hingga kegiatan yang memperkuat jaringan antar agen.

Dukungan keluarga, khususnya suami, turut menjadi faktor penting dalam keberlanjutan usahanya hingga berkembang seperti saat ini.

Dari sisi perusahaan, Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut kisah Miya sebagai contoh konkret dampak BRILink Agen dalam memperluas akses layanan keuangan di tingkat akar rumput.

“Melalui jaringan BRILink Agen di seluruh Indonesia, BRI menghadirkan layanan transaksi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal. Ke depan, peran ini akan terus kami perkuat sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan berkelanjutan,” ujarnya.

Editor: IJS