1.770 Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Dilepas, Kampus Kirim Sinyal Siap Adu Kualitas Global

Penyerahan ijazah oleh Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD kepada salah satu wisudawan dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Gandhi Kesuma (dok: Humas ITS)
Penyerahan ijazah oleh Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD kepada salah satu wisudawan dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Gandhi Kesuma (dok: Humas ITS)

Harnas.id, SURABAYAInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluluskan 1.770 wisudawan dalam Wisuda ke-133 yang digelar selama dua hari mulai Sabtu (18/4/2026). Prosesi ini menjadi momentum pelepasan lulusan dengan latar belakang multidisiplin yang disiapkan untuk bersaing di tingkat global.

Pada hari pertama, acara dihadiri Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kehadiran pemerintah memberi sinyal kuat bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan. Ia menekankan bahwa keberhasilan akademik harus diikuti kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan perubahan global.

“Selamat atas pencapaian saudara semua, semoga ilmu yang diraih menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujar Bambang di hadapan wisudawan.

Senada dengan itu, Iftitah mengingatkan bahwa dunia pasca-kampus tidak lepas dari kompleksitas. Ia mendorong lulusan untuk adaptif dan tidak berhenti belajar di tengah perubahan yang cepat.

“Selamat atas pencapaian yang telah anda semua raih, semoga sukses dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan,” ujarnya.

Sebanyak 702 wisudawan mengikuti prosesi hari pertama dari empat fakultas, yakni Fakultas Sains dan Analitika Data, Fakultas Teknologi Kelautan, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, serta Fakultas Vokasi. Komposisi ini mencerminkan kekuatan ITS di bidang sains terapan dan teknologi.

Pada hari kedua, wisuda dibagi dalam dua sesi dengan melibatkan fakultas lain, mulai dari teknologi industri hingga kedokteran. Selain itu, turut dilaksanakan pelantikan lulusan Program Profesi Insinyur sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional.

ITS juga memberikan perhatian pada capaian akademik lulusan. Dari total wisudawan, 271 meraih predikat Cum Laude, 106 Magna Cum Laude, dan 57 Summa Cum Laude, menunjukkan tingkat kelulusan dengan standar akademik tinggi.

Dari jalur Beasiswa KIP-K, terdapat lulusan berprestasi yang turut mencatatkan capaian akademik membanggakan. Hal ini menjadi indikator bahwa akses pendidikan yang merata tetap mampu menghasilkan kualitas unggul.

Pada jenjang sarjana, gelar wisudawan terbaik diraih Christopher Jason Santoso dari Departemen Studi Pembangunan dengan IPK 3,98. Ia juga menjadi wisudawan terbaik dari penerima KIP-K, disusul Muhammad Tsaqif dengan IPK 3,87.

Sementara itu, pada jenjang sarjana terapan, predikat terbaik diraih Muhammad Fadhli dari bidang Teknologi Rekayasa Manufaktur dengan IPK 3,78. Selain itu, sembilan lulusan magister dan tiga doktor berhasil meraih IPK sempurna 4, menandakan konsistensi kualitas akademik di berbagai jenjang.

ITS juga meluluskan tujuh mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Tanzania, hingga Yordania. Kehadiran mahasiswa asing menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus.

Menariknya, wisuda kali ini menandai kelulusan pertama dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan untuk program S1 Teknologi Kedokteran. Selain itu, program S1 Teknik Telekomunikasi juga meluluskan angkatan perdananya.

Dalam penutup, Bambang mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai alumni. Ia menegaskan bahwa lulusan ITS harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan tetap menjaga nama baik almamater.

“Jaga nama baik almamater, amalkan ilmu, dan terus berjuang agar mampu memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” pesannya.

Secara lebih luas, wisuda ini juga menjadi bagian dari kontribusi ITS terhadap agenda pembangunan global. Kampus menegaskan komitmennya pada peningkatan kualitas pendidikan, kesetaraan akses, hingga penciptaan tenaga kerja kompeten.

Dukungan tersebut diperkuat dengan inovasi penggunaan QRIS dalam acara wisuda sebagai bagian dari transparansi dan inklusi. Langkah ini sekaligus menunjukkan adaptasi ITS terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Editor: IJS