Hari Bumi 2026, Telkomsel Buka Jalan Aksi Nyata: Tukar Poin Jadi Pohon hingga Kompetisi Hijau

Program penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 oleh Telkomsel. Foto: Marcomm Telkomsel
Program penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 oleh Telkomsel. Foto: Marcomm Telkomsel

Harnas.id, Jakarta – Peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Telkomsel untuk kembali mendorong keterlibatan publik dalam aksi lingkungan. Lewat inisiatif Telkomsel Jaga Bumi Movement, perusahaan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, dari kompetisi inovasi hingga program penanaman pohon berbasis poin pelanggan.

Program ini mengusung pendekatan kolektif sejalan dengan tema global “Our Power, Our Planet”. Telkomsel menilai, upaya menekan emisi karbon tidak cukup hanya dari korporasi, melainkan perlu melibatkan masyarakat melalui akses dan ekosistem yang memudahkan kontribusi langsung.

Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyebut masyarakat sebenarnya memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. “Kami menyadari bahwa masyarakat memiliki kemauan yang besar untuk melestarikan lingkungan, asalkan mereka memiliki akses dan infrastruktur yang memudahkan mereka untuk bertindak,” ujarnya.

Ia menegaskan, Telkomsel Jaga Bumi bukan sekadar program sosial, melainkan wadah kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai inisiatif. “Kami menyediakan ekosistem komprehensif, mulai dari kompetisi inovasi hingga fitur tukar poin menjadi pohon, agar setiap individu bisa memberikan dampak nyata bagi Bumi dan generasi mendatang,” tambahnya.

Dalam implementasinya, Telkomsel membagi gerakan ini ke dalam tiga pilar utama. Pertama, Future Impact Challenge, kompetisi nasional bagi generasi muda usia 15–35 tahun untuk menghadirkan solusi inovatif terkait isu lingkungan. Pendaftaran dibuka sejak 22 April, dengan tahapan kurasi hingga Juli dan puncak acara di Yogyakarta.

Kedua, Talkshow Series yang mempertemukan praktisi, pakar, komunitas, hingga pelaku industri dalam diskusi seputar isu iklim dan ekonomi sirkular. Rangkaian ini dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga pertengahan Juli 2026.

Program penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 oleh Telkomsel. Foto: Marcomm Telkomsel
Program penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 oleh Masyarakat & Telkomsel. Foto: Marcomm Telkomsel

Pilar ketiga berupa aksi langsung melalui penanaman pohon dan lokakarya di sejumlah wilayah, antara lain Ciampea Bogor, Palu, Pesisir Selatan Sumatera Barat, hingga Kulon Progo Yogyakarta. Kegiatan ini menggabungkan edukasi dengan keterlibatan masyarakat lokal.

Di sisi lain, Telkomsel juga mempermudah kontribusi pelanggan melalui program carbon offset. Bekerja sama dengan Jejak.in, pelanggan dapat menukarkan Telkomsel Poin menjadi pohon, mulai dari 5.000 poin hingga 50.000 poin. Perkembangan penanaman dilaporkan secara berkala melalui email.

Upaya pengelolaan limbah turut diperkuat lewat kolaborasi dengan PlusTik dan Liberty Society. Limbah plastik dari kartu SIM didaur ulang menjadi berbagai produk fungsional, sementara pakaian bekas karyawan diolah menjadi barang bernilai tambah.

Program ini juga menyasar internal perusahaan. Melalui sejumlah inisiatif seperti Green Challenge hingga Energy Saving Movement, karyawan didorong untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Sejak diluncurkan pada 2022, Telkomsel Jaga Bumi mencatat partisipasi lebih dari 121 ribu pelanggan. Program ini telah menghasilkan penanaman lebih dari 39 ribu pohon di 13 wilayah, dengan cakupan konservasi mencapai 37 hektare serta penyerapan emisi lebih dari 83 tCO2e.

Pendekatan ini menunjukkan pergeseran peran perusahaan, dari sekadar pelaku bisnis menjadi fasilitator aksi kolektif. Namun, efektivitas jangka panjang tetap bergantung pada konsistensi partisipasi publik dan keberlanjutan program di lapangan.

Editor: IJS