Harnas.id, Lombok Tengah — Pebalap Indonesia Sean Gelael akan tampil dengan skema berbeda pada ajang GT World Challenge Asia (GTWCA) di Sirkuit Mandalika. Ia memilih turun sebagai solo driver di kelas Silver, meski harus menerima sejumlah penalti sebagai konsekuensi regulasi.
Dalam kompetisi GTWCA, setiap tim umumnya diperkuat dua pebalap yang bergantian saat balapan. Format ini menjadi standar untuk menjaga keseimbangan performa dan strategi tim di lintasan.
Namun di Mandalika, Sean memilih tampil sendirian. Regulasi tetap mengizinkan skema tersebut, dengan syarat adanya penalti agar kompetisi tetap berlangsung adil bagi tim dengan dua pebalap.
Penalti pertama berlaku saat pit stop di Race 1. Mengacu pada kejadian serupa di seri Sepang, Sean diwajibkan keluar dari mobil, menutup pintu, lalu masuk kembali sebelum melanjutkan balapan.
Prosedur ini dipandang sebagai pengganti simulasi pergantian pebalap yang biasanya dilakukan tim lain. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan tetap setara dengan tim yang melakukan pergantian pembalap.
Selain itu, terdapat tambahan waktu minimal pit stop khusus kelas Silver. Pada edisi sebelumnya di Mandalika, tambahan tersebut mencapai 7 detik dari waktu dasar 100 detik, sehingga total minimal pit stop menjadi 107 detik.
Penalti berikutnya berpotensi terjadi di Race 2. Tambahan waktu pit stop akan diberikan kepada tiga besar hasil Race 1, dengan besaran berbeda sesuai posisi finis.
Pada musim sebelumnya, pebalap peringkat pertama mendapat tambahan 15 detik, disusul 10 detik untuk posisi kedua dan 5 detik untuk posisi ketiga. Artinya, jika Sean meraih kemenangan di Race 1, total waktu minimal pit stop bisa mencapai lebih dari dua menit.
Regulasi waktu minimal pit stop atau Minimum Mandatory Pit Stop Times dihitung sejak mobil memasuki hingga keluar pit lane. Hingga saat ini, pihak promotor belum merilis angka pasti penalti untuk seri Mandalika 2026.
Ketentuan resmi diperkirakan akan diumumkan mendekati pekan balapan. Meski demikian, skenario penalti tersebut sudah menjadi gambaran tantangan yang akan dihadapi Sean di lintasan.
“Yang penting dukung terus saya, karena ini momen bersejarah untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Sean.
Keputusan tampil sebagai solo driver sekaligus menambah tingkat kesulitan balapan. Di sisi lain, hal ini juga menjadi momentum penting bagi Sean untuk tampil kompetitif di hadapan publik sendiri.
Balapan GTWCA Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Seri ini menjadi salah satu ajang yang dinanti, sekaligus panggung bagi pembalap Indonesia untuk unjuk kemampuan di level Asia.
Editor: IJS











