Relawan Jadi Garda Terdepan, Jusuf Kalla Singgung Respons Cepat PMI di Tragedi Kereta Bekasi

Relawan PMI bersiap dan berkumpul sebelum operasi kemanusiaan. Foto: Humas PMI
Relawan PMI bersiap dan berkumpul sebelum operasi kemanusiaan. Foto: Humas PMI

Harnas.id, BEKASI – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, memberikan apresiasi kepada para relawan PMI yang dinilai sigap dalam menangani korban kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi.

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke Markas PMI Kota Bekasi, Rabu (29/4). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia serta mendoakan para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dalam setiap musibah, tidak ada batasan wilayah. Batasannya adalah kemanusiaan,” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, kecepatan menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana. Ia menilai relawan PMI telah menunjukkan kesiapsiagaan dengan merespons situasi lebih cepat dari standar waktu tanggap yang berlaku.

Selain respons cepat, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas relawan. Ia menekankan perlunya penguatan keterampilan, serta dukungan sarana dan prasarana seperti ambulans dan perlengkapan tanggap darurat.

“Kekuatan PMI terletak pada relawan. Pengurus jumlahnya terbatas, tetapi yang bekerja di lapangan adalah para relawan,” katanya.

Ia menambahkan, PMI memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat yang ingin memberikan bantuan dengan mereka yang membutuhkan. Peran ini dinilai semakin penting di tengah tingginya kebutuhan respons cepat dalam situasi darurat.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa PMI merupakan bagian dari jaringan organisasi kemanusiaan global. Hal ini menuntut konsistensi dalam menjalankan misi kemanusiaan tanpa henti.

“PMI bekerja 24 jam. Karena itu disebut markas, bukan kantor,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan, PMI juga menyiapkan bantuan bagi para relawan yang terlibat langsung dalam penanganan musibah tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri pengurus PMI dari wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta serta relawan yang terjun di lokasi kejadian.

Kehadiran relawan yang cepat dan terorganisir dalam insiden ini kembali menegaskan bahwa sistem respons berbasis komunitas masih menjadi tulang punggung dalam penanganan darurat di Indonesia.

Editor: IJS