Harnas.id, MAKKAH – Wukuf di Arafah menjadi puncak sekaligus rukun terpenting dalam ibadah haji. Pada momen inilah jutaan jamaah haji dari berbagai negara berkumpul di Padang Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena itu, jamaah diimbau memanfaatkan waktu tersebut dengan penuh kekhusyukan dan tidak disibukkan dengan aktivitas yang tidak berkaitan dengan ibadah.
Setelah memasuki waktu wukuf pada 9 Zulhijah, jamaah dianjurkan mendengarkan khutbah Arafah yang berisi nasihat, tuntunan ibadah, hingga penguatan spiritual. Seusai khutbah, jamaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak takdim menggunakan satu azan dan dua iqamah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW saat berhaji.
Usai salat, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah, membaca Al-Qur’an, berselawat, berzikir, dan memanjatkan doa. Hari Arafah termasuk hari yang sangat dimuliakan karena amal saleh pada hari tersebut disebut paling dicintai Allah SWT.
Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw. bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya)
Selain menjadi waktu terbaik untuk beramal, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh doa mustajab. Rasulullah SAW menyebut doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan saat Hari Arafah.
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” (HR. at-Tirmidzi)
Zikir tersebut dianjurkan dibaca berulang-ulang selama wukuf disertai permohonan ampun, keselamatan, keberkahan hidup, hingga husnul khatimah.
Hari Arafah juga disebut sebagai hari pembebasan dari api neraka. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang wukuf di hadapan para malaikat.
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
“Tidak ada satu hari pun yang Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: Apa yang mereka kehendaki?” (HR. Muslim)
Karena itu, jamaah haji diimbau menjadikan momentum wukuf sebagai waktu terbaik untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT. Selain memohon ampunan pribadi, jamaah juga dianjurkan mendoakan keluarga, bangsa, dan keselamatan umat.
Editor: IJS











