Lahir Tepat di Hari Jadi Bogor ke-544, Bayi Indira Dapat KIA dan Akta Kelahiran Langsung dari Wali Kota

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyerahkan Akta Kelahiran dan KIA kepada bayi yang lahir bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544 di RS Ummi. (Dok. Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyerahkan Akta Kelahiran dan KIA kepada bayi yang lahir bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544 di RS Ummi. (Dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menghadirkan momen istimewa bagi sejumlah warga Kota Bogor. Selain penyerahan KTP elektronik kepada warga yang genap berusia 17 tahun, Pemerintah Kota Bogor juga memberikan apresiasi kepada bayi yang lahir tepat pada tanggal 3 Juni 2026, bertepatan dengan hari jadi Kota Hujan.

Salah satu bayi yang mendapat perhatian khusus tersebut adalah Indira Priya Nur Rachim. Bayi perempuan pasangan warga Cimanggu, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, itu lahir tepat pada Rabu (3/6/2026), bersamaan dengan peringatan HJB ke-544.

Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyerahkan langsung Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada bayi tersebut di RS Ummi, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Indira lahir dengan berat badan 3,17 kilogram dan panjang tubuh 47 sentimeter. Kehadiran bayi tersebut menjadi salah satu simbol kebahagiaan yang mewarnai peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini.

Dalam kegiatan tersebut, Dedie Rachim didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Ganjar Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena, Pemimpin BJB Cabang Bogor Anet Yulisthian, serta Direktur Utama RS Ummi Askar Najib.

Bagi keluarga Indira, kunjungan langsung dari orang nomor satu di Kota Bogor menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sang ibu, Nurmalasari, mengaku terharu dan bahagia karena momen kelahiran putri keduanya mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

“Ini anak kedua saya. Bangga dan bahagia sekali, apalagi mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Pak Wali Kota Bogor. Jarang-jarang terjadi dan bagi saya ini menjadi momen yang sangat berkesan. Saya merasa sangat senang,” ungkap Nurmalasari.

Kebahagiaan keluarga semakin lengkap karena berbagai dokumen administrasi kependudukan untuk sang bayi dapat diterima secara langsung tanpa harus melalui proses yang panjang setelah kelahiran.

Maternity Officer RS Ummi, Yeyen Suyena, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Bogor setelah mengetahui adanya program apresiasi bagi bayi yang lahir bertepatan dengan HJB ke-544.

Menurutnya, keluarga pasien pada awalnya tidak mengetahui bahwa kelahiran pada tanggal 3 Juni akan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bogor.

“Awalnya pasien tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi dan hadiah spesial atas kelahiran bayinya pada 3 Juni. Sesuai perhitungan memang lahir di tanggal tersebut, namun proses persalinan dilakukan melalui operasi sesar, karena posisi bayi melintang dan ibu memiliki kista. Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi dokter,” jelas Yeyen.

Yeyen menuturkan bahwa terdapat cerita menarik di balik nama bayi tersebut. Awalnya keluarga hanya menyiapkan nama Indira Priya. Namun setelah mengetahui bahwa kelahiran sang bayi bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544, keluarga memutuskan menambahkan nama “Nur Rachim” sebagai bagian dari kenangan atas momen tersebut.

“Alhamdulillah keluarganya setuju. Semoga nama tersebut menjadi kenangan yang baik. Pelayanan yang diberikan RS Ummi kepada ibu dan bayi juga merupakan bentuk partisipasi kami dalam memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-544,” ujarnya.

Sebelum menemui keluarga Indira, Dedie Rachim terlebih dahulu meninjau sejumlah fasilitas pelayanan di RS Ummi, termasuk ruang gawat darurat. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen rumah sakit yang dinilai konsisten memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Dedie, keberadaan RS Ummi selama ini telah membantu warga Kota Bogor dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas. Ia menilai rumah sakit tersebut tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga membangun pendekatan pelayanan yang lebih humanis.

“Pengelolaan yang diterapkan tidak hanya sebatas perawatan medis, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang penuh kekeluargaan, ramah, serta memperhatikan kesejahteraan karyawan. Semua proses dijalankan dengan baik dan penuh semangat meskipun dalam kondisi sakit. Menurut saya itu sangat penting,” kata Dedie Rachim.

Dedie menambahkan, pola pelayanan yang diterapkan RS Ummi dapat menjadi referensi bagi fasilitas kesehatan lainnya. Menurutnya, kualitas layanan kesehatan tidak hanya diukur dari fasilitas dan teknologi, tetapi juga dari cara tenaga kesehatan memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarganya.

Momentum kelahiran Indira pada Hari Jadi Bogor ke-544 sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya hadir melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui perhatian terhadap peristiwa-peristiwa penting yang dialami masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: IJS