
Harnas.id, JATINANGOR – Lembaga Wakaf Universitas Padjadjaran (Unpad) menandai satu tahun perjalanannya dengan menggelar peringatan Milad ke-1 yang mengusung tema “Satu Tahun Berkhidmat Mengalirkan Kebaikan, Membangun Masa Depan Unpad dan Berdampak bagi Umat”. Kegiatan yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa (7/7/2026) itu menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam mengembangkan wakaf produktif yang berkelanjutan.
Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum evaluasi perjalanan lembaga selama setahun terakhir, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai peran wakaf dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi. Melalui pengelolaan yang profesional, wakaf dinilai memiliki potensi besar untuk menopang keberlanjutan berbagai program akademik dan pengembangan institusi.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata, mengatakan keberadaan lembaga wakaf memiliki posisi strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai instrumen filantropi semata, tetapi juga mampu mengubah aset pribadi menjadi aset sosial yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Prof. Widya menjelaskan, pengelolaan wakaf yang baik dapat membantu perguruan tinggi menjaga keberlanjutan pendanaan sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Selain itu, dana wakaf juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan riset, hingga berbagai program akademik lainnya yang menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami berharap Lembaga Wakaf Unpad dapat terus menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian institusi melalui pengelolaan dana wakaf yang profesional,” ujar Prof. Widya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Wakaf Unpad, Prof. Maman Setiawan, menegaskan bahwa sejak resmi berdiri, lembaga yang dipimpinnya berupaya membangun sistem wakaf yang profesional, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat.
Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilar pendukung pengembangan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Unpad.
Selama satu tahun terakhir, Lembaga Wakaf Unpad juga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sivitas akademika, alumni, hingga mitra strategis lainnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan penghimpunan dana wakaf sekaligus memperkuat pengelolaan wakaf produktif agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholder yang telah bersama-sama mengembangkan Lembaga Wakaf Unpad selama satu tahun ini. Mari kita wariskan bukan hanya ilmu, tetapi juga kebermanfaatan, karena membangun Unpad hari ini berarti mewariskan masa depan bagi generasi yang akan datang,” ujar Prof. Maman.
Peringatan Milad ke-1 Lembaga Wakaf Unpad juga menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap pengembangan wakaf di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
• Wakil Ketua II Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. H. Ahmad Zubaidi, M.A.
• Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. KH. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag.
Kedua narasumber memberikan literasi wakaf kepada peserta melalui pemaparan bertajuk “Refleksi Tahun Baru Muharam untuk Peningkatan Amal Jariyah”.
Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat mengenai wakaf sebagai instrumen sosial yang tidak hanya berdimensi keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan umat.
Melalui peringatan milad pertamanya, Lembaga Wakaf Unpad berharap dapat semakin memperkuat budaya wakaf produktif di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Editor: IJS










