HJB 2026, IWAPI Kota Bogor Gelar Lomba Jaipongan Jabar, Puluhan Penari Muda Unjuk Kreativitas

Peserta menampilkan kreasi tari Jaipong dalam Lomba Kreasi Jaipong Tingkat Jawa Barat yang diselenggarakan IWAPI Kota Bogor di Lippo Keboen Raya Bogor. (Dok. IWAPI Kota Bogor)
Peserta menampilkan kreasi tari Jaipong dalam Lomba Kreasi Jaipong Tingkat Jawa Barat yang diselenggarakan IWAPI Kota Bogor di Lippo Keboen Raya Bogor. (Dok. IWAPI Kota Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Komitmen melestarikan budaya daerah terus diwujudkan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melalui berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) 2026. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah penyelenggaraan Lomba Kreasi Jaipong Tingkat Jawa Barat yang digelar di Lippo Keboen Raya Bogor pada akhir pekan lalu.

Ajang seni budaya tersebut berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 80 penari turut ambil bagian dan menampilkan beragam kreasi tari Jaipong yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan kreativitas generasi muda.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga dari wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah di Jawa Barat. Mereka tampil dalam berbagai kategori lomba yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata IWAPI Kota Bogor terhadap pelestarian seni budaya Sunda, khususnya tari Jaipong yang menjadi salah satu identitas budaya Jawa Barat.

Penanggung jawab kegiatan, Anni Nuraini, mengatakan penyelenggaraan lomba tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional.

Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua ASITA Bogor tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara pengurus cabang IWAPI Kota Bogor dengan pengurus ranting Tanah Sareal.

“Alhamdulillah kegiatan ini terselenggara dengan lancar dan meriah. Ranting Tanah Sareal sebagai pelaksana. Didukung penuh oleh Lippo Keboen Raya, ajang ini bersifat open tournament, jadi pesertanya tidak hanya dari Kota Bogor,” ujar Anni.

Konsep open tournament yang diterapkan membuat kompetisi semakin kompetitif sekaligus membuka ruang lebih luas bagi para penari dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Dalam pelaksanaannya, panitia membagi perlombaan ke dalam beberapa kategori agar dapat mengakomodasi berbagai kelompok usia dan jenis penampilan.

Kategori yang diperlombakan meliputi:

• Kategori Anak

• Kategori Remaja

• Kategori Rampak

Untuk mendukung semangat peserta, panitia juga menyiapkan berbagai penghargaan dan hadiah bagi para pemenang.

Hadiah yang disediakan antara lain:

• Trofi

• Piagam penghargaan

• Hadiah dari sponsor

• Uang tunai

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kota Bogor, Dhany Rose, berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi para penari muda untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya.

Menurut Dhany, kompetisi bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana pembinaan yang dapat memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi peserta untuk semakin kreatif dan berkembang,” kata Dhany.

Ia menilai kegiatan tersebut juga berpotensi melahirkan talenta-talenta tari Jaipong yang dapat mewakili Bogor maupun Jawa Barat dalam berbagai ajang seni budaya yang lebih besar di masa mendatang.

Selain itu, Dhany memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap mempertahankan semangat mencintai budaya Sunda di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi yang semakin cepat.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan warisan seni daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

IWAPI Kota Bogor berharap penyelenggaraan lomba kreasi Jaipong dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku seni muda tidak hanya memperoleh ruang berekspresi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus membangun rasa bangga terhadap kekayaan seni tradisional Jawa Barat.

Di sisi lain, kegiatan ini turut mendukung citra Kota Bogor sebagai kota yang kreatif, berbudaya, dan terbuka terhadap berbagai aktivitas yang mendorong pengembangan seni serta potensi generasi muda.

Editor: IJS