Usai JPO Paledang Dibongkar, Pemkot Bogor Mulai Bidik Wajah Baru Kawasan Sekitar Stasiun

Dedie A. Rachim saat mengikuti kegiatan korvei dan penataan lingkungan di kawasan Paledang, Kota Bogor (dok. Pemkot Bogor)
Dedie A. Rachim saat mengikuti kegiatan korvei dan penataan lingkungan di kawasan Paledang, Kota Bogor (dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan penataan kawasan Jalan Paledang, Jalan Mayor Oking, dan Jalan MA Salmun sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki. Penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap seiring perubahan wajah kawasan sekitar Stasiun Besar Bogor.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim usai mengikuti kegiatan korvei dan penanaman pohon di kawasan Paledang dan Sungai Cipakancilan, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (21/7/2026).

Menurut Dedie, kawasan Paledang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur yang terhubung langsung dengan aktivitas masyarakat di sekitar Stasiun Bogor. Selain menjadi pintu masuk bagi pengguna transportasi publik, kawasan ini juga menjadi akses menuju sejumlah destinasi penting di pusat kota.

Penataan yang dilakukan, kata Dedie, merupakan tindak lanjut dari pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang yang sebelumnya berdiri di kawasan tersebut. Dengan adanya perubahan tata ruang, Pemkot Bogor ingin memastikan kawasan sekitar stasiun dapat berfungsi lebih optimal dan nyaman digunakan masyarakat.

“Penataan ini harus kita sesuaikan dengan perubahan yang ada di dalam Stasiun Besar Bogor. Jika Jalan Paledang rapi, bersih, dan nyaman, maka penumpang dari luar bisa berjalan kaki menuju BTM atau Pintu Satu Kebun Raya Bogor,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, konsep kawasan yang lebih ramah pejalan kaki juga akan diterapkan pada sejumlah titik lain yang masih terhubung dengan koridor tersebut. Salah satunya adalah kawasan Panaragan dan Jembatan Merah yang direncanakan ikut ditata agar mobilitas masyarakat semakin mudah.

“Demikian juga ke Panaragan, Jembatan Merah akan ditata, sehingga orang cukup berjalan kaki. Semakin banyak bergerak semakin sehat,” katanya.

Pemkot Bogor menilai kebutuhan penataan kawasan tersebut semakin mendesak mengingat tingginya aktivitas masyarakat di sekitar Stasiun Besar Bogor. Berdasarkan data yang disampaikan Dedie, jumlah pengguna jasa kereta api yang keluar masuk stasiun tersebut mencapai sekitar 110 ribu orang setiap hari.

Angka tersebut menjadikan kawasan sekitar stasiun sebagai salah satu titik dengan mobilitas tertinggi di Kota Bogor. Karena itu, penataan tidak hanya difokuskan pada aspek estetika, tetapi juga kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan akses bagi warga maupun pendatang.

Dalam kegiatan korvei yang dilakukan bersama jajaran Pemkot Bogor, Dedie juga menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian di sepanjang Jalan Paledang. Di antaranya keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata serta banyaknya paku yang menancap pada batang pohon.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti di lapangan. Bersama aparatur dan petugas terkait, Dedie ikut mencabut paku yang menempel di pohon serta membersihkan sejumlah lapak yang dinilai mengganggu penataan kawasan.

Material hasil pembersihan kemudian diangkut menggunakan kendaraan pengangkut sampah untuk memastikan area kembali bersih dan tertata. Langkah tersebut, menurut Pemkot Bogor, merupakan bagian dari proses awal pembenahan kawasan.

“Ini menjadi bagian dari penataan Jalan Paledang, Jalan Mayor Oking, dan Jalan MA Salmun yang akan ditata sehingga menjadi lebih cantik,” ujar Dedie.

Selain melakukan penertiban fisik kawasan, Dedie juga meminta partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan kota. Ia berharap aparatur wilayah dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga pohon-pohon yang ada di Kota Bogor.

“Untuk paku yang tadi kita cabuti, saya meminta aparatur wilayah mengajak karang taruna, LPM, dan para kader untuk sesekali mencabuti paku-paku yang ada di pohon-pohon di seluruh Kota Bogor,” pungkasnya.

Penataan koridor Paledang, Mayor Oking, dan MA Salmun diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan transit yang lebih nyaman, sehat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Editor: IJS