
Harnas.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mulai menjalankan sejumlah agenda setelah ditetapkan memimpin PBNU periode 2026–2031. Salah satu agenda awalnya adalah bersilaturahim dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Dubes Faisal di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Bagi Gus Kikin, kunjungan itu menjadi bagian dari langkah awal membangun komunikasi dan hubungan baik dengan berbagai pihak setelah dirinya terpilih dalam Muktamar Ke-35 NU.
Gus Kikin mengatakan pertemuan dengan perwakilan Kerajaan Arab Saudi tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahim. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat menjadi bagian dari hubungan persaudaraan sekaligus membuka ruang kerja sama yang baik.
“Alhamdulillah, pada Jumat, 4 September 2026, saya berkesempatan bersilaturahim ke kediaman Yang Mulia Faisal bin Abdullah Al-Amudi, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia,” tulis Gus Kikin melalui keterangannya.
Ada yang dibawa Gus Kikin dalam pertemuan tersebut. Sebelum meninggalkan kediaman Dubes Arab Saudi, ia menyerahkan dua karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, yakni Syarah Kitab Qanun Asasi dan Terjemah Qanun Asasi.
Qanun Asasi merupakan salah satu karya penting KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Karya tersebut memuat pokok-pokok pemikiran dan prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.
Penyerahan kedua karya tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahim sekaligus memperkenalkan khazanah pemikiran pendiri NU kepada perwakilan Kerajaan Arab Saudi di Indonesia. Langkah itu juga membawa unsur sejarah dan keagamaan yang melekat dalam hubungan NU dengan dunia Islam.
Gus Kikin berharap pertemuan tersebut memberikan manfaat bagi hubungan NU dengan berbagai pihak. Ia juga berharap komunikasi yang dibangun dapat terus berkembang dalam suasana persaudaraan dan kerja sama.
“Semoga silaturahim ini senantiasa membawa keberkahan dan mempererat hubungan persaudaraan serta kerja sama yang baik,” ungkapnya.
Mulai Aktif di Kantor PBNU
Kunjungan ke kediaman Dubes Arab Saudi dilakukan pada hari yang sama dengan dimulainya aktivitas Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU di kantor organisasi tersebut. Jumat pagi, ia hadir di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, untuk memulai aktivitas kepengurusan periode 2026–2031.
Kehadiran Gus Kikin di kantor PBNU menjadi kesempatan pertamanya berinteraksi langsung dengan jajaran pengurus dan para pegawai setelah kepemimpinannya ditetapkan melalui Muktamar Ke-35 NU. Ia juga mulai mengenal lebih dekat berbagai aktivitas yang berlangsung di lingkungan kantor PBNU.
Dalam agenda perdananya, Gus Kikin menyapa sejumlah pegawai dan meninjau beberapa bagian di Gedung PBNU. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi Pojok Gus Dur.
Selain berkeliling kantor, Gus Kikin menerima sejumlah tamu dan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi awal kerja kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan baru.
Dari Kantor PBNU, Gus Kikin kemudian melanjutkan agenda dengan bersilaturahim ke kediaman Dubes Arab Saudi. Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah awal membangun komunikasi dengan pihak eksternal setelah pergantian kepemimpinan di tubuh PBNU.
Hubungan NU dengan Kerajaan Arab Saudi sendiri memiliki konteks historis dan keagamaan yang cukup panjang. Karena itu, pertemuan dengan perwakilan Arab Saudi menjadi salah satu bagian dari agenda silaturahim Gus Kikin dengan berbagai pihak pada awal masa kepemimpinannya.
Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ia ditetapkan pada Senin (31/8/2026), menggantikan KH Yahya Cholil Staquf.
Dengan dimulainya aktivitas di Kantor PBNU dan agenda silaturahim ke sejumlah pihak, kepengurusan PBNU periode baru mulai memasuki fase kerja setelah proses Muktamar Ke-35 NU selesai. Agenda tersebut sekaligus menjadi langkah awal Gus Kikin dalam menjalankan kepemimpinannya untuk periode lima tahun mendatang.
Editor: IJS










