Tak Perlu Mendadak Jelang Iduladha, ASN di Jabar Kini Bisa Menabung Kurban Lewat Program Berehan

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin membuka sosialisasi program Berehan bagi ASN di Balai Kota Bogor (dok. Pemkot Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin membuka sosialisasi program Berehan bagi ASN di Balai Kota Bogor (dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan menghadirkan program tabungan kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempersiapkan ibadah kurban secara lebih terencana. Program yang diberi nama Berbagi Hewan Kurban (Berehan) itu disosialisasikan kepada ASN di Kota Bogor melalui kegiatan yang digelar di Balai Kota Bogor, Selasa (21/7/2026).

Berehan merupakan program tabungan kurban yang dikembangkan melalui kerja sama Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi ASN yang ingin berkurban pada Hari Raya Iduladha tahun mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan program ini hadir sebagai solusi bagi ASN yang selama ini sering mempersiapkan pembelian hewan kurban dalam waktu yang relatif singkat. Menurutnya, dengan sistem tabungan, perencanaan keuangan dapat dilakukan lebih baik sejak jauh hari.

“BJB memberikan kemudahan bagi para ASN yang ingin berkurban. Di mana sebagian besar ASN juga kan sudah mempunyai tabungan BJB,” kata Jenal Mutaqin usai membuka sosialisasi Berehan.

Melalui aplikasi BJB DIGI, ASN dapat melihat berbagai pilihan hewan kurban yang tersedia lengkap dengan kategori dan kisaran harganya. Dengan demikian, peserta program dapat menyesuaikan target tabungan sesuai kemampuan dan jenis hewan yang ingin dipilih.

Namun demikian, Jenal menegaskan bahwa program ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi peternak lokal. Karena itu, keterlibatan peternak binaan daerah menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pelaksanaannya.

“Saya sampaikan tadi bahwa di Kota Bogor juga banyak peternak binaan yang saya harap juga bisa terlibat dalam program Berehan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bogor berharap semakin banyak ASN yang memanfaatkan program tersebut. Selain membantu pengelolaan keuangan pribadi, sistem tabungan dinilai dapat mengurangi risiko lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Iduladha.

“Kalau ini kan menabung, jadi sejak jauh-jauh hari yang sudah memiliki rencana untuk berkurban bisa menabung,” ucap Jenal.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur OJK Provinsi Jawa Barat, Muhammad Ikhsan Hutahaean, menilai Berehan tidak hanya memberikan manfaat bagi ASN, tetapi juga berpotensi menciptakan efek ekonomi yang lebih luas di daerah.

Menurutnya, program tersebut dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan peternak. Kehadiran program ini juga menjadi salah satu upaya mendorong akses keuangan yang lebih inklusif di Jawa Barat.

“Berehan ini bisa mengembangkan potensi daerah, mendorong perekonomian yang ada di Kota Bogor. UMKM pun juga ikut terdorong, akan tercipta ekosistem yang baik,” kata Ikhsan.

Selain membantu ASN mempersiapkan kebutuhan kurban, program ini juga dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi peternak lokal. Dengan adanya calon pembeli yang sudah terdata sejak awal, peternak memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pasar menjelang Iduladha.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, menjelaskan bahwa program Berehan merupakan bagian dari inisiatif Pemprov Jabar yang dikembangkan bersama OJK.

Menurutnya, program tersebut lahir dari upaya membangun tata kelola yang lebih baik dalam pemisahan kebutuhan pribadi dan penggunaan anggaran pemerintah.

“Pak gubernur menginisiasi program ini, bahwa urusan personal dan kelembagaan mulai dipisahkan. Urusan personal tidak melibatkan APBD, untuk itu di pemprov sudah tidak ada lagi alokasi anggaran untuk hewan kurban,” ungkap Budi Kurnia.

Ia mengatakan konsep tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk tabungan kurban yang dapat diakses ASN di Jawa Barat. Selain membantu pengelolaan keuangan pribadi, program ini juga diharapkan mendukung ketahanan pangan melalui penguatan sektor peternakan.

“Keterbatasan anggaran memang masih menjadi kendala, maka BJB dan OJK hadir dan membuat regulasi dan sistem yang membantu para ASN. Tabungan kurban ini, hari ini menabung tahun depan sudah bisa melakukan kurban,” pungkasnya.

Program Berehan diharapkan menjadi salah satu instrumen yang memudahkan ASN dalam merencanakan ibadah kurban sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi peternak dan pelaku usaha lokal di Jawa Barat.

Editor: IJS