Di Hadapan Pasis Seskoad, SBY Bicara Dunia yang Makin Tak Pasti dan Tantangan Pemimpin Masa Depan

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad di Bandung. (Dok. Seskoad)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad di Bandung. (Dok. Seskoad)

Harnas.id, BANDUNG – Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pembekalan geopolitik kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Seskoad tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan strategis para calon pemimpin TNI dalam menghadapi perubahan lingkungan global yang terus bergerak dinamis. Kehadiran SBY juga menghadirkan perspektif langsung dari sosok yang pernah memimpin Indonesia di tengah berbagai tantangan internasional.

Dalam kesempatan itu, SBY hadir didampingi jajaran The Yudhoyono Institute. Kuliah umum turut dihadiri Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han), Wakil Komandan Seskoad, para pejabat utama, perwira penuntun, tenaga pengajar, serta seluruh Perwira Siswa Dikreg LXVIII.

Mengawali pemaparannya, SBY mengajak para Perwira Siswa memahami perubahan besar yang sedang terjadi dalam tata hubungan internasional. Menurutnya, perkembangan geopolitik dunia saat ini menunjukkan adanya pergeseran yang tidak bisa diabaikan oleh negara-negara, termasuk Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa persaingan antarnegara besar semakin mengemuka dan memengaruhi berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, teknologi hingga keamanan global. Pada saat yang sama, sejumlah konflik di berbagai kawasan dunia juga terus bermunculan dan menciptakan ketidakpastian baru.

SBY menilai tatanan dunia saat ini bergerak menuju sistem yang semakin multipolar. Dalam kondisi tersebut, setiap negara dituntut memiliki kemampuan membaca arah perubahan agar tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan global.

Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan geopolitik bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi menjadi bekal penting bagi para pemimpin dalam mengambil keputusan strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara.

Karena itu, para Perwira Siswa Seskoad diharapkan mampu melihat persoalan global secara lebih luas dan tidak hanya fokus pada tantangan domestik. Pemimpin masa depan, kata SBY, harus memiliki kemampuan menghubungkan dinamika internasional dengan kepentingan nasional Indonesia.

Kuliah umum berlangsung dalam suasana interaktif. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para Perwira Siswa.

Melalui forum tersebut, SBY berbagi pengalaman selama memimpin Indonesia di tengah berbagai perubahan dan tantangan global. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi para peserta dalam memahami bagaimana kebijakan strategis nasional dibentuk di tengah situasi internasional yang kompleks.

SBY menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan membaca arah perubahan geopolitik secara tepat. Kemampuan tersebut diperlukan agar setiap langkah yang diambil tetap berpijak pada kepentingan nasional dan mampu menjaga posisi Indonesia di tengah perubahan dunia.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membangun perspektif strategis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Menurutnya, ketahanan nasional harus terus diperkuat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai risiko yang muncul akibat dinamika global.

Tak kalah penting, para calon pemimpin TNI juga perlu memiliki keberanian dalam mengambil keputusan. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, kemampuan menentukan langkah secara cepat dan tepat menjadi salah satu kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan.

Pembekalan tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang akan dihadapi generasi pemimpin berikutnya. Perubahan geopolitik yang berlangsung cepat menuntut hadirnya pemimpin yang tidak hanya memahami aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga memiliki wawasan global yang luas.

Melalui kuliah umum ini, para Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad diharapkan semakin memahami arah perubahan tatanan dunia serta dampaknya terhadap kepentingan Indonesia. Bekal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pemimpin yang mampu merumuskan langkah strategis di tengah lingkungan global yang terus berubah.

Dengan pemahaman geopolitik yang lebih komprehensif, para peserta diharapkan mampu mengintegrasikan perspektif nasional dan internasional dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga kepentingan bangsa tetap menjadi prioritas utama di tengah kompetisi global yang semakin kompleks.

Editor: IJS