
Harnas.id, BOGOR — Kota Bogor kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia. Selain dikenal sebagai kota wisata, Bogor menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari berbagai daerah, salah satunya melalui keberadaan IPB University yang selama ini ikut memberi kontribusi terhadap perkembangan daerah dan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menjadi narasumber dalam Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) ke-63 Sekolah Vokasi IPB University, Selasa (11/8/2026). Dalam kesempatan itu, Dedie mengajak mahasiswa baru melihat Bogor bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, tetapi juga ruang untuk membangun gagasan dan kemandirian.
Dedie memaparkan perjalanan panjang Kota Bogor sebagai kawasan akademik. Ia mengaitkannya dengan sejarah Bogor sejak masa Kerajaan Pajajaran hingga perkembangan kota tersebut sebagai salah satu tujuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menurut Dedie, mahasiswa yang datang ke Bogor berasal dari berbagai penjuru Indonesia dengan latar belakang dan tujuan yang beragam. Sebagian memilih menetap di Bogor hingga membangun keluarga, sementara lainnya kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Ada pula yang meninggalkan Bogor untuk menjalani perjalanan karier, kemudian kembali ke kota tersebut. Menurut Dedie, berbagai perjalanan itu menjadi bagian dari hubungan antara masyarakat dengan Kota Bogor yang dibangun melalui pengalaman, ilmu pengetahuan, serta kontribusi bagi Indonesia.
Dalam pertemuan dengan mahasiswa baru tersebut, Dedie juga menyinggung sejumlah persoalan yang akan menjadi tantangan generasi muda. Di antaranya perubahan iklim, bencana akibat perubahan iklim, kebutuhan energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Selain itu, perkembangan teknologi dan kebutuhan terhadap inovasi juga menuntut mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori. Mereka diharapkan mampu melahirkan gagasan yang dapat diterapkan dan memiliki nilai ekonomi maupun manfaat sosial.
Dedie menilai masa pengenalan kampus menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk memahami tantangan tersebut sekaligus menentukan arah selama menjalani pendidikan di IPB University. Ia berharap mahasiswa mampu melihat kesempatan yang tersedia, termasuk peluang membangun usaha dari hasil penelitian dan inovasi kampus.
“Saya berharap para mahasiswa baru ini memiliki pemahaman yang sama dalam mengisi berbagai peluang dan tantangan di masa depan dengan menyelesaikan studi di IPB University. Ada peluang kemandirian usaha, jadi wirausaha, entrepreneurship dibangun. Kemudian juga memanfaatkan bagaimana IPB ini punya banyak sekali hasil penelitian yang nantinya bisa jadi embrio usaha-usaha baru buat anak-anak mahasiswa yang nanti lulus,” ujarnya.
Dedie mengatakan, kontribusi lulusan perguruan tinggi terhadap daerah dan negara tidak harus selalu ditempuh melalui jalur pekerjaan sebagai aparatur negara. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah juga dapat menjadi modal untuk menciptakan kegiatan usaha dan lapangan pekerjaan.
Pilihan tersebut dinilai semakin relevan bagi mahasiswa Sekolah Vokasi yang memiliki pendekatan pendidikan berbasis keterampilan dan penerapan ilmu. Karena itu, Dedie meminta mahasiswa mulai membangun pola pikir mandiri sejak berada di bangku kuliah.
“Manfaatkan peluang sebaik-baiknya, buat pondasi kemandirian, bisnis, dan banyak hal lain. Jadi tidak tergantung bekerja di BUMN, bekerja di pemerintah, tetapi juga entrepreneurship dibangun oleh vokasi itu datang dari Bogor,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan ekonomi Kota Bogor. Dengan dukungan pengetahuan, riset, teknologi, serta kemampuan membaca peluang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan menjadi usaha yang memberi manfaat lebih luas.
Editor: IJS










