
Harnas.id, SUMEDANG – Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka ruang diskusi bersama BPJS Kesehatan untuk membahas berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung saat Direktur Utama BPJS Kesehatan dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., beserta jajaran berkunjung ke Unpad.
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) itu diterima langsung Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita bersama jajaran pimpinan universitas. Pertemuan digelar di Ruang Livin’, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor.
Diskusi tidak hanya membicarakan persoalan pelayanan kesehatan dari sisi penyelenggara. Unpad dan BPJS Kesehatan juga membahas kemungkinan pemanfaatan keilmuan akademik untuk memberikan masukan terhadap persoalan layanan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Rektor Unpad menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan dan jajaran. Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kapasitas akademik Unpad dengan kebutuhan nyata dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Direktur Utama BPJS Kesehatan atas kesediaannya untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Unpad. Kami berharap berbagai bidang keilmuan yang ada di Unpad dapat turut membantu menyelesaikan persoalan terkait pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujar Rektor.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Prihati juga meninjau Rumah Sakit Unpad. Peninjauan ini menjadi bagian dari pertukaran informasi mengenai perkembangan rumah sakit sekaligus berbagai aspek pelayanan yang masih dapat dikembangkan.
Rektor mengatakan Rumah Sakit Unpad hingga kini masih terus dikembangkan. Karena itu, kunjungan tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi dan arah pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan milik universitas.
“Kami juga berterima kasih karena hari ini Bapak Dirut berkenan meninjau rumah sakit kami yang hingga saat ini terus kami kembangkan. Mudah-mudahan apa yang kita diskusikan dan apa yang kita lihat bersama hari ini dapat memberikan manfaat,” tuturnya.
Dalam forum diskusi, kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Unpad membawa perspektif akademik dari berbagai bidang keilmuan, sementara BPJS Kesehatan memberikan gambaran berdasarkan pengalaman dalam menjalankan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka kemungkinan agar kajian dan pengetahuan dari lingkungan perguruan tinggi dapat lebih dekat dengan kebutuhan praktis sektor kesehatan. Dengan demikian, kontribusi akademik tidak berhenti pada ruang penelitian, tetapi dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang muncul dalam pelayanan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyambut positif ruang diskusi tersebut. Ia berharap pertukaran gagasan antara BPJS Kesehatan dan Unpad dapat menghasilkan masukan yang dapat ditindaklanjuti oleh kedua institusi.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi dengan Unpad. Banyak hal yang dapat kita pelajari dan kita diskusikan bersama, terutama bagaimana keilmuan yang ada di Unpad ini dapat memberikan masukan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan di masa yang akan datang,” jelas Prihati.
Menurut Prihati, pertemuan antara institusi pendidikan tinggi dan penyelenggara layanan kesehatan memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Pengalaman praktis dalam pelayanan dapat dipadukan dengan kajian akademik untuk melihat persoalan kesehatan dari berbagai sudut.
“Harapannya, pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Bagi Unpad, keterlibatan berbagai bidang keilmuan dalam isu pelayanan kesehatan menjadi salah satu ruang kontribusi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara bagi BPJS Kesehatan, masukan dari lingkungan akademik dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan yang terus berkembang.
Editor: IJS










