RBM Merah Ukir Sejarah, Tiga Kali Berturut-turut Juara Fauzi Cup

Penanggung Jawab sekaligus Pembina Fauzi Cup V 2026, H. TB Muhtar, menyerahkan penghargaan kepada Tim RBM Merah sebagai juara Fauzi Cup V 2026 di Lapangan Genteng, Bogor Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: E. Mulyadi

Harnas.id, BOGOR – RBM Merah kembali menegaskan dominasinya di Fauzi Cup. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, RBM Merah berhasil mengangkat trofi setelah menaklukkan Elif 89 dengan skor 1-0 pada grand final Fauzi Cup V 2026 di Lapangan Taman Genteng, Minggu (6/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi RBM Merah karena memastikan mereka mempertahankan gelar juara sekaligus mencatatkan hattrick di ajang yang menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola muda di Kota Bogor.

Laga final berlangsung sengit. RBM Merah tampil agresif sejak menit awal dan beberapa kali memberikan tekanan ke pertahanan Elif 89. Namun, Elif 89 yang berasal dari Kelurahan Genteng mampu meredam serangan sekaligus memberikan perlawanan melalui sejumlah upaya serangan balik.

Kedua tim sama-sama gagal mencetak gol hingga waktu normal berakhir. Skor 0-0 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Memasuki babak kedua perpanjangan waktu, RBM Merah meningkatkan tekanan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir setelah RBM Merah mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit panjang. RBM Merah pun memastikan diri sebagai juara Fauzi Cup V 2026 dan kembali membawa pulang trofi untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Namun, bagi penyelenggara, Fauzi Cup bukan semata-mata tentang perebutan gelar juara. Turnamen ini diarahkan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan bibit pesepak bola muda di Kota Bogor.

Penanggung Jawab sekaligus Pembina Fauzi Cup V 2026, H. TB Muhtar, mengatakan pembinaan pemain menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan turnamen tersebut.

“Targetnya buat kemajuan sepak bola saja. Mengembangkan bibit-bibit muda dari masa dini. Yang kita bina dari U-12, sekarang sudah U-16,” kata H. TB Muhtar.

Ia menilai perkembangan pemain muda yang mengikuti Fauzi Cup menunjukkan hasil positif. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya prestasi sejumlah tim dalam penyelenggaraan tahun ini.

“Alhamdulillah, kemajuan pesat. Yang tahun kemarin ketinggalan, tahun ini ikut delapan besar, ikut semifinal,” ujarnya.

Menurut H. TB Muhtar, keberlanjutan turnamen menjadi penting untuk menjaga proses pembinaan tersebut. Karena itu, Fauzi Cup direncanakan kembali digelar pada tahun depan.

Tidak hanya melanjutkan kompetisi, penyelenggara juga membuka peluang membawa pemain-pemain potensial dari Fauzi Cup ke kompetisi dengan cakupan yang lebih luas.

“Rencana tahun depan, insyaallah kita akan gelar kembali. Bahkan ada bocoran dari Pak Wakil DPRD Kota Bogor, insyaallah nanti anak-anak akan direkrut untuk Sukarno Cup,” jelasnya.

Cakupan peserta Fauzi Cup juga berpeluang diperluas. Jika sebelumnya berfokus pada lingkup tertentu, penyelenggara membuka kemungkinan menghadirkan lebih banyak tim dari wilayah yang lebih luas, termasuk Jawa Barat.

“Bisa bertambah, karena kalau Jawa Barat mungkin kan lebih luas. Lebih jauh lagi,” tuturnya.

Selain trofi bagi tim juara, Fauzi Cup V 2026 turut memberikan penghargaan kepada para peserta berupa piala, sertifikat, uang pembinaan, serta penghargaan individu seperti top scorer dan pemain terbaik.

H. TB Muhtar juga mengingatkan para pemain muda untuk menjadikan kompetisi sebagai bagian dari proses membangun karier, bukan sekadar mengejar kemenangan. Ia meminta seluruh pemain tetap menjaga sportivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi di luar lapangan.

“Pemain tetap dijaga sportivitas, jangan terprovokasi oleh para penonton karena masa depan Anda ini untuk atlet-atlet Kota Bogor masih jauh ke depan,” pesannya.

Ia berharap Fauzi Cup dapat terus melahirkan pemain-pemain muda yang mampu berkembang dan memiliki masa depan di dunia sepak bola.

“Insyaallah yang saya mau, kamu ini sukses maju di dunia sepak bola,” pungkasnya.

Editor: Erk