Pedestrian Cifor Ditata, Pemkot Bogor Bidik Perputaran Ekonomi di Bogor Barat

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Pedestrian di Jalan Raya Cifor. Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Pedestrian di Jalan Raya Cifor. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR — Penataan kawasan di Bogor Barat, Kota Bogor, mulai diarahkan tidak hanya pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu proyek yang kembali dikerjakan adalah pedestrian di Jalan Raya Cifor, Kecamatan Bogor Barat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melanjutkan pembangunan pedestrian tersebut secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Penataan kawasan di enam kecamatan Kota Bogor sendiri dilakukan secara berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas pembangunan di masing-masing wilayah.

Pedestrian di kawasan Cifor bukan proyek baru. Penataannya telah dimulai sejak 2023 dan kembali dilanjutkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas publik di kawasan Bogor Barat.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung perkembangan pembangunan pedestrian di Jalan Raya Cifor, Senin (28/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia melihat penataan jalur pedestrian sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung perubahan fungsi kawasan agar lebih aktif bagi masyarakat.

Menurut Dedie, keberadaan trotoar dan akses kawasan yang lebih tertata dapat menjadi modal bagi warga untuk mengembangkan kegiatan usaha. Ia berharap pembenahan fasilitas publik tersebut turut membuka peluang investasi, baik yang berasal dari masyarakat setempat maupun pihak dari luar kawasan.

“Jadi keinginan warga Bogor Barat, jalur Bubulak-Cifor itu kan bisa dimanfaatkan untuk usaha yang benar. Kalau trotoarnya benar, aksesnya benar, mereka juga mau investasi. Mereka juga mau menjadikan wilayah mereka, misalnya, untuk kegiatan-kegiatan ekonomi, usaha, dan lain sebagainya,” ujar Dedie Rachim.

Dengan konsep tersebut, pembangunan pedestrian tidak hanya dipandang sebagai proyek mempercantik atau memperbaiki jalur pejalan kaki. Infrastruktur yang lebih tertata diharapkan membuat kawasan menjadi lebih mudah diakses dan memberikan ruang yang lebih baik bagi aktivitas warga.

Penataan Cifor juga berkaitan dengan pengembangan fasilitas di kawasan Terminal Bubulak. Pemkot Bogor saat ini masih melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung di terminal tersebut untuk menunjang kebutuhan masyarakat yang menggunakan layanan transportasi.

“Terminal sedang dibangun masjid dan juga kantor pengelola terminal. Setelah itu ada tahap berikutnya, kita juga siapkan fasilitas pendukung bagi para penumpang. Jadi masih ada dua tahapan lagi ke depan,” ungkapnya.

Pengembangan fasilitas di Terminal Bubulak dan pedestrian Cifor menjadi bagian dari penataan kawasan yang saling berkaitan. Ketika akses pejalan kaki, fasilitas transportasi, serta ruang kegiatan warga dapat berjalan beriringan, kawasan tersebut diharapkan memiliki aktivitas yang lebih hidup.

Dedie berharap pola pembangunan yang dilakukan secara bertahap tetap dapat menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Bogor diharapkan ikut meningkatkan perputaran ekonomi lokal dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan warga.

Editor: IJS