Solidaritas Warga dan Guru Bogor, Donasi Rp111,5 Juta untuk Pemulihan Pendidikan di Flores

Solidaritas warga dan para guru SMP negeri se-Kota Bogor diwujudkan melalui pengumpulan donasi sebesar Rp111,5 juta untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Istimewa

Harnas.id, BOGOR – Solidaritas warga dan para guru SMP negeri se-Kota Bogor diwujudkan melalui pengumpulan donasi sebesar Rp111,5 juta untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Yayasan Salam Aid di Graha Pena Radar Bogor, Jumat (9/10/2026), disaksikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Donasi ini merupakan hasil kolaborasi masyarakat dan tenaga pendidik melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kota Bogor. Bantuan difokuskan untuk mendukung upaya pemulihan sektor pendidikan di wilayah Flores yang terdampak bencana gempa bumi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi kepedulian warga dan para guru yang turut membantu masyarakat di daerah terdampak bencana. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan semangat saling membantu antarsesama masyarakat Indonesia.

“Semoga bantuan yang bapak ibu berikan, berapa pun rupiahnya, ketika dikonversi menjadi makanan, itu makanan yang halal, makanan yang menyehatkan badan jasmani masyarakat di NTT,” kata Jenal.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan berbagai bentuk kebaikan, meskipun bantuan yang diberikan tidak selalu bernilai besar. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit akibat bencana.

“Hal-hal kecil yang mungkin bisa kita bantu dan mudah-mudahan menjadi kebermanfaatan untuk mereka. Jadi jangan ragu untuk melakukan hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa donasi tersebut dihimpun melalui MKKS SMP Negeri se-Kota Bogor. Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian para tenaga pendidik terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Herry, penggalangan bantuan bukan kali pertama dilakukan oleh para guru di Kota Bogor. Sebelumnya, mereka juga telah berpartisipasi membantu pemulihan wilayah lain yang mengalami bencana.

“Ini bentuk kesetiaan dari para guru untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana. Nominalnya mungkin tidak besar, namun naluri dan rasa persaudaraan kita terhadap korban bencana terus terjaga,” kata Herry.

Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di NTT, khususnya dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan yang terdampak bencana.

“Semoga yang kami berikan ini bisa menjadi manfaat untuk saudara-saudara kita yang berada di NTT,” tambahnya.

Ketua Yayasan Salam Aid, Husnan, mengatakan timnya terjun langsung dalam misi kemanusiaan untuk membantu para penyintas gempa bumi di wilayah Flores, NTT.

“Misi kemanusiaan ini dilakukan untuk membantu para penyintas yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, NTT,” ujar Husnan.

Bencana gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu dilaporkan menimbulkan kerusakan di tujuh kabupaten, mulai dari kategori ringan hingga berat. Dampaknya turut dirasakan sektor pendidikan, dengan sekitar 2.000 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah luar biasa (SLB), hingga pendidikan kesetaraan.

Di tengah dampak bencana tersebut, dukungan dari warga dan tenaga pendidik Kota Bogor diharapkan dapat membantu proses pemulihan pendidikan serta memperkuat semangat masyarakat Flores untuk bangkit.

Donasi Rp111,5 juta ini sekaligus menjadi wujud nyata solidaritas lintas daerah, bahwa kepedulian masyarakat dan dunia pendidikan dapat berperan dalam membantu sesama menghadapi dampak bencana.

Editor: Erk