Bank Muamalat Biayai Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung

Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi memberikan kata sambutan pada acara Zakat & Waqf for Inclusive Impact & Networking di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Bank Muamalat memberikan dukungan pembiayaan bagi pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung, Jawa Barat, yang menjadi pusat kolaborasi, pemberdayaan, dan aktivitas sosial-keumatan. Inisiatif ini membuktikan peran Bank Muamalat yang tidak sekadar menjalankan fungsi intermediasi keuangan syariah. Sekaligus bertekad menjadi mitra strategis bagi lembaga-lembaga yang fokus pada pemberdayaan dan memberikan manfaat luas bagi umat. Foto: Ist
Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi memberikan kata sambutan pada acara Zakat & Waqf for Inclusive Impact & Networking di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Bank Muamalat memberikan dukungan pembiayaan bagi pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung, Jawa Barat, yang menjadi pusat kolaborasi, pemberdayaan, dan aktivitas sosial-keumatan. Inisiatif ini membuktikan peran Bank Muamalat yang tidak sekadar menjalankan fungsi intermediasi keuangan syariah. Sekaligus bertekad menjadi mitra strategis bagi lembaga-lembaga yang fokus pada pemberdayaan dan memberikan manfaat luas bagi umat. Foto: Ist

Harnas.id, BANDUNG – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan dukungan pembiayaan untuk pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam kegiatan pemberdayaan, sosial, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Muamalat dalam mengambil peran lebih luas di tengah perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Bank yang dikenal sebagai bank pertama murni syariah di Tanah Air itu tidak hanya menempatkan diri sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra bagi lembaga yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial-keumatan.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, keterlibatan dalam pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan merupakan bentuk kehadiran bank dalam mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, Bank Muamalat ingin memastikan keberhasilan yang diperoleh perusahaan juga dapat kembali memberikan manfaat kepada umat.

“Pemberdayaan ekonomi umat dan nilai-nilai kebaikan dapat terus kita sebarkan untuk kemaslahatan umat. Sebagai bank yang lahir dari umat, kami ingin terus hadir memberikan manfaat, dan turut memberdayakan serta mengembalikan sukses Bank Muamalat kepada umat,” ujar Ricky.

Dalam pelaksanaannya, Bank Muamalat mengandalkan sinergi dengan sejumlah pihak, termasuk lembaga filantropi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menggabungkan fungsi intermediasi keuangan dengan tanggung jawab sosial dan keagamaan, sehingga upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ricky menjelaskan, dukungan terhadap pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan juga memiliki keterkaitan dengan prinsip maqashid syariah yang menjadi bagian dari pendekatan Bank Muamalat. Menurut dia, gedung tersebut nantinya dapat menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk bertemu, bertukar gagasan, sekaligus mengembangkan literasi dan edukasi mengenai ekonomi syariah.

Fungsi tersebut dinilai berkaitan dengan aspek pengembangan akal atau Hifzh al-‘Aql. Melalui keberadaan ruang kolaborasi, berbagai gagasan mengenai ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat dikembangkan menjadi program yang lebih konkret.

“Ketika gagasan tersebut bertransformasi menjadi program pemberdayaan sosial, ia akan membantu mengangkat taraf hidup masyarakat, yang secara tidak langsung melindungi jiwa (Hifzh an-Nafs) dari ketimpangan sosial,” imbuh Ricky.

Ke depan, Gedung Kolabora Kebaikan diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pertemuan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan. Dari tempat tersebut, kolaborasi, gagasan, literasi, dan program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat lahir serta memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan.

Editor: IJS