
Harnas.id, JAKARTA – MAXStream TV mulai mengeksplorasi penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam produksi film melalui Rahasia Pernikahan. Film bergenre drama thriller psikologis tersebut menjadi produksi pertama platform video Telkomsel itu yang mengintegrasikan teknologi AI dalam proses kreatifnya.
Film berdurasi 56 menit tersebut telah tayang sejak 7 Oktober 2026. Dalam proses produksinya, teknologi AI digunakan untuk membantu sejumlah tahapan, mulai dari eksplorasi visual, pengembangan karakter dan lingkungan cerita, penyusunan storyboard, hingga visualisasi adegan.
Di sisi lain, tim produksi tetap memegang kendali atas keputusan kreatif, mulai dari pengembangan konsep dan penulisan naskah hingga penyuntingan, pengendalian kualitas, serta persetujuan akhir.
Angkat Misteri di Balik Rumah Tangga
Rahasia Pernikahan mengisahkan Lala, seorang perempuan yang mulai meragukan kehidupan rumah tangganya yang selama ini terlihat sempurna. Seiring berjalannya cerita, berbagai rahasia terungkap dan mengubah pandangannya terhadap sosok yang selama ini paling dipercayainya.
Cerita tersebut dikemas dalam perpaduan drama dan thriller psikologis yang mengandalkan misteri, ketegangan, serta konflik dalam hubungan personal.
Disutradarai Agung Wicaksono, film ini terdiri atas 51 adegan dan dikerjakan selama sekitar dua bulan. Proses produksinya menggabungkan penggunaan teknologi AI dengan arahan serta evaluasi kreatif dari tim produksi.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari eksplorasi pendekatan baru dalam pembuatan konten hiburan digital. Meski demikian, kualitas cerita dan kesesuaian hasil produksi dengan visi kreatif tetap menjadi pertimbangan utama.
AI Bukan Pengganti Kreator
VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, termasuk dalam pengembangan konten hiburan.
Menurut dia, produksi Rahasia Pernikahan menjadi salah satu upaya untuk melihat bagaimana teknologi dapat mendukung proses kreatif sekaligus membuka kemungkinan pendekatan baru dalam menghasilkan konten.
Ia menegaskan bahwa kreativitas dan penilaian manusia tetap menjadi fondasi utama dalam proses tersebut.
Melalui proyek ini, MAXStream TV mengeksplorasi penggunaan AI sebagai alat bantu produksi, bukan sebagai pengganti peran kreator. Pengembangan teknologi diharapkan dapat memperluas pilihan metode produksi tanpa mengesampingkan kekuatan cerita dan pengalaman penonton.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan MAXStream TV dapat diakses melalui kanal resmi Telkomsel.
Editor: IJS










