19 Daerah Turun di Panjat Tebing Porprov Jabar, Kota Bogor Pasang Target Enam Medali

Atlet panjat tebing bertanding dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor. Foto: Ist
Atlet panjat tebing bertanding dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor. Foto: Ist

Harnas.id, BOGOR – Persaingan cabang olahraga (cabor) panjat tebing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 mulai bergulir di Kota Bogor. Sebanyak 19 kabupaten dan kota ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan 22 nomor pertandingan tersebut.

Sebagai tuan rumah, Kota Bogor tidak hanya menaruh perhatian pada persaingan perebutan medali. Penyelenggaraan ajang ini juga diharapkan menjadi kesempatan untuk menjaring atlet potensial sekaligus memperkenalkan fasilitas panjat tebing yang dimiliki daerah.

Pertandingan berlangsung di lapangan luar GOR Pajajaran, Kota Bogor. Kompetisi tersebut secara resmi dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, Minggu (8/11/2026).

Anas menilai, penyelenggaraan Porprov menjadi kesempatan untuk menunjukkan kelayakan fasilitas panjat tebing Kota Bogor sebagai lokasi pertandingan berskala besar. Menurutnya, venue yang tersedia memiliki spesifikasi dan dimensi yang berpotensi digunakan untuk menggelar kejuaraan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.

Bahkan, fasilitas tersebut sudah dilirik untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan nasional pada Desember mendatang. Hal ini dinilai menjadi peluang bagi Kota Bogor untuk tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi tingkat provinsi, tetapi juga agenda olahraga berskala nasional.

“Ini termasuk yang bisa dipakai, bahkan insyaallah Desember ada event nasional langsung dibooking, karena jarang yang punya dimensi seperti itu,” kata Anas.

Ia menegaskan, Pemkot Bogor tidak ingin pemanfaatan fasilitas olahraga tersebut berhenti setelah Porprov selesai. Pengelolaan dan pengembangan venue akan diarahkan agar dapat digunakan secara berkelanjutan untuk berbagai kejuaraan.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Bogor membuka kesempatan kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk sponsor dan investor. Kolaborasi itu diharapkan dapat membantu pengembangan fasilitas sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi daerah melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga.

Anas juga berharap kompetisi Porprov kali ini mampu melahirkan atlet panjat tebing berkualitas dari Jawa Barat. Ia bahkan menaruh harapan agar pertandingan dapat menghasilkan pemecahan rekor yang nantinya menjadi bekal bagi atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Di sisi persiapan atlet, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bogor, Samson Purba, memastikan kontingennya siap bersaing di hadapan publik sendiri. Sebanyak 13 atlet diturunkan dengan target awal menyumbangkan enam medali sebagaimana yang telah ditetapkan KONI Kota Bogor.

“Kita akan berupaya mencapai target enam medali tersebut. Bahkan, dengan 13 atlet yang turun, kami optimistis bisa melampauinya,” ujar Samson.

Samson menjelaskan, kesiapan para atlet bukan dibangun secara mendadak menjelang Porprov. Program pembinaan telah berjalan selama kurang lebih empat tahun sejak pelaksanaan Porprov sebelumnya, sehingga para atlet memiliki waktu cukup untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

Selain menjalani latihan rutin, tim panjat tebing Kota Bogor juga mengikuti pemusatan latihan. Dalam dua bulan terakhir, para atlet menjalani tes tertutup untuk mengukur kesiapan sebelum menghadapi pertandingan.

Rangkaian persiapan tersebut mencakup aspek fisik, teknik, hingga mental bertanding. Samson berharap seluruh atlet mampu menerapkan hasil latihan dengan baik dan memberikan kontribusi maksimal bagi kontingen Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua FPTI Jawa Barat, Djati Pranoto, memandang Porprov sebagai salah satu tahapan penting dalam pembinaan atlet daerah. Kompetisi ini tidak hanya menjadi tempat mengukur kemampuan, tetapi juga sarana mengidentifikasi atlet potensial yang dapat diproyeksikan menuju kejuaraan nasional maupun internasional.

Djati mengungkapkan, Jawa Barat saat ini memiliki dua atlet panjat tebing, yakni Cikal dan Ujang, yang tengah dipersiapkan mengikuti program menuju Olimpiade melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Jawa Barat saat ini juga memiliki dua atlet panjat tebing, yakni Cikal dan Ujang, yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti program menuju Olimpiade melalui pelatnas,” ungkap Djati.

Selain pembinaan atlet, FPTI Jawa Barat juga tengah menyiapkan agenda kompetisi tingkat nasional. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 November hingga 3 Desember 2026 di Cikole, Lembang.

Djati berharap rangkaian kompetisi tersebut dapat menjaga kesinambungan pembinaan panjat tebing di Jawa Barat. Dengan semakin banyaknya ruang pertandingan dan proses penjaringan atlet, peluang untuk melahirkan wakil daerah yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional juga semakin terbuka.

Bagi Kota Bogor, Porprov XV Jawa Barat menjadi kesempatan untuk membuktikan kesiapan atlet sekaligus kualitas fasilitas olahraga yang dimiliki. Target enam medali dari 13 atlet kini menjadi salah satu pekerjaan rumah kontingen tuan rumah dalam persaingan yang melibatkan 19 daerah tersebut.

Editor: IJS