Hari Anak Nasional 2026 di Bogor, Alun-alun Disulap Jadi Ruang Berkarya untuk Semua Anak

Suasana Foto Bersama Usai Rangkaian Puncak Hari Anak Nasional Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor
Suasana Foto Bersama Usai Rangkaian Puncak Hari Anak Nasional Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR – Plaza Alun-alun Kota Bogor berubah menjadi ruang ekspresi dan kreativitas anak-anak saat puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 digelar, Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan. Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, kegiatan ini menghadirkan panggung inklusif yang memberi kesempatan kepada berbagai kelompok anak untuk tampil dan menunjukkan potensinya di ruang publik.

Sejak pagi, area Alun-alun dipenuhi masyarakat yang menyaksikan beragam penampilan seni dan budaya dari anak-anak. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.

Kebersamaan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dengan Anak-anak Warnai Puncak HAN 2026. Foto: Pemkot Bogor
Kebersamaan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dengan Anak-anak Warnai Puncak HAN 2026. Foto: Pemkot Bogor

Berbagai pertunjukan ditampilkan secara bergantian di atas panggung utama. Mulai dari barongsai, Tari Aku Indonesia, pembacaan puisi, Tari Dayak yang dipadukan dengan fashion show, ensemble musik, Tari Saman, senam Lapis Ceria, bela diri, solo vokal, hingga kolaborasi musik dan puisi.

Tidak hanya itu, anak-anak penyandang disabilitas juga mendapat ruang yang sama untuk tampil melalui pertunjukan bajidor dan pantomim. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pesan utama kegiatan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan memperoleh kesempatan tampil di ruang publik.

Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi vertikal, kecamatan dan kelurahan, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, media massa, lembaga perlindungan anak, hingga berbagai mitra yang selama ini berkontribusi dalam pemenuhan hak-hak anak di Kota Bogor.

Selain menyuguhkan panggung kreativitas, masyarakat yang hadir juga dapat mengakses sejumlah layanan publik yang disediakan pemerintah. Di antaranya edukasi hak anak, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), administrasi kependudukan bagi anak, hingga berbagai stan edukatif dan interaktif yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa urusan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua maupun sekolah. Menurutnya, lingkungan sosial dan pemerintah juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan ramah bagi anak.

“Dan Alhamdulillah Kota Bogor itu predikatnya adalah Kota Layak Anak Nindya. Jadi artinya masih ada beberapa target yang harus kita selesaikan supaya Kota Bogor ke depan bisa meraih predikat Utama,” ungkap Dedie.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bogor terus berupaya memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama dalam bidang pendidikan, perlindungan, kesehatan, dan pengembangan diri.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan melalui Suara Anak Daerah terkait perlunya respons cepat terhadap kasus-kasus yang melibatkan anak, Dedie menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah mekanisme penanganan, termasuk pembentukan desk khusus dan layanan pendampingan profesional.

“Jadi kalau terjadi kasus itu bisa dikonsultasikan, kemudian ada psikolognya juga dan tentu secara organisasi kita menganggarkan untuk langkah-langkah, baik pencegahan, termasuk penanganan lanjutannya,” ujarnya.

Dedie juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius dalam memberikan perhatian kepada anak-anak, tidak hanya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan moral dan emosional.

“Cintai anak-anaknya dari lubuk hati paling dalam. Bimbing, melindungi anak-anaknya, dan sejahterakan anak-anaknya. Jadi punya anak bukan sekadar pernikahan saja, tapi tanggung jawab lahir batin sampai mereka bisa mandiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor Rakhmawati menjelaskan bahwa konsep puncak HAN 2026 sengaja dirancang untuk memberi kesempatan kepada anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota.

Menurutnya, banyak anak memiliki kemampuan dan kreativitas yang baik, namun belum memperoleh panggung yang cukup untuk menunjukkan potensinya kepada masyarakat luas.

“Hari ini dilaksanakan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor. Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujar Rakhmawati.

Ia menambahkan, puncak peringatan HAN merupakan penutup dari berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Bogor bersama berbagai komunitas dan mitra pemerhati anak.

Mulai dari penjaringan Suara Anak Kota Bogor, kegiatan menonton bersama anak yatim dan penyandang disabilitas di Mall BTM, program Bermain Bersama Anak Panti, hingga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall.

“Sebelumnya sudah ada beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penjaringan Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan difabel di Mall BTM, hingga kegiatan ‘Bermain Bersama Anak Panti’. Selain itu, ada juga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall. Total ada sekitar 87 anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia,” sebutnya.

Momen Penyerahan Doorprize kepada Peserta Puncak HAN Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor
Momen Penyerahan Doorprize kepada Peserta Puncak HAN Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor

Keterlibatan anak-anak juga terlihat dalam penyelenggaraan acara. Wakil Ketua I Pelaksana Puncak HAN Kota Bogor, Ribbas Bintang Saputro, mengatakan konsep kegiatan tahun ini memang dirancang untuk memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak-anak.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilibatkan dalam proses kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan.

“Dan puncak acara Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 yang dilaksanakan hari ini menampilkan panggung kreativitas, seni, dan penyampaian resmi dokumen Suara Anak Daerah,” kata Ribbas.

Pada saat yang sama, Pemkot Bogor juga menghadirkan berbagai sarana edukatif melalui program Seribu Kata Positif (Serbukatif). Program yang diinisiasi Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus founder Serbukatif, Yantie Rachim, sejak 2023 itu hadir dengan pendekatan edutainment yang dikemas melalui permainan, media interaktif, hingga teknologi pembelajaran.

Anak-anak dapat mengikuti berbagai aktivitas yang memadukan pendidikan karakter dengan metode belajar yang menyenangkan. Program tersebut juga melibatkan para Duta Serbukatif dari berbagai sekolah di Kota Bogor.

Ketua Duta Serbukatif SMPN 2 Kota Bogor, Aiko Kanaya, mengatakan pendekatan yang digunakan dalam gerakan tersebut terbukti membantu anak-anak membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Di sini ada berbagai edutainment dari gerakan Serbukatif yang diaplikasikan pada berbagai media. Ada yang menggunakan smartboard, permainan tradisional, hingga berbagai konsep yang dikreasikan oleh para guru dan siswa,” ungkap Aiko.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan kalimat positif tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan bermain dan kehidupan sosial anak-anak.

“Jadi ini juga menimbulkan kepedulian satu sama lain, misal ada yang kesal dengan temannya sebelum dia mengeluarkan kata-kata tidak pantas sudah mengatakan agar sabar, dan pakai kata-kata baik, kita ingatkan Serbukatif. Karena sesuatu yang positif akan berdampak baik. Itu kita terus ingatkan dan jadi menyebar ke anak-anak lain,” ujarnya.

Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim Hadir pada Puncak HAN Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor
Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim Hadir pada Puncak HAN Kota Bogor 2026. Foto: Pemkot Bogor

Founder Serbukatif, Yantie Rachim, menuturkan bahwa program tersebut terus berkembang dari sekadar gerakan sosial menjadi metode pendidikan karakter yang diterapkan melalui berbagai media pembelajaran kreatif.

“Semula ini hanya gerakan saja, kemudian kita kembangkan dengan metode ataupun pola penyampaian melalui permainan edukasi. Anak-anak, atau pelajar ini diberikan keleluasaan dengan pendampingan para guru untuk juga berkreasi dengan modul yang ada dari tim Serbukatif ini,” tutur Yantie.

Saat ini, gerakan Serbukatif juga tengah menjalani proses kajian untuk mengukur dampak dan efektivitasnya terhadap pembentukan karakter anak.

“Alhamdulillah, tadi lihat antusiasnya, lihat kemampuan anak-anak, kebahagiaan anak-anak, mudah-mudahan ini terus berkembang dan berlanjut. Karena kami juga ada dari tim luar lagi bikin kajian tentang Serbukatif. Jadi mereka turun ke sekolah-sekolah mencari responden gitu. Nanti terlihat bagaimana dampaknya untuk anak-anak dan tumbuh kembang anak-anak menjadi dewasa dan keberadaannya di lingkungan masyarakat,” ucap Yantie.

Sebagai bagian dari peringatan HAN 2026, Kota Bogor sebelumnya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 suara anak dari berbagai wilayah. Peserta berasal dari jenjang TK hingga SMA/SMK, Forum Anak, yayasan anak penyandang disabilitas, serta komunitas-komunitas anak yang aktif berkarya di Kota Bogor.

Selain itu, terdapat kegiatan nonton bareng film inspiratif bagi anak yatim dan penyandang disabilitas, program bermain bersama anak panti, hingga senam anak sehat yang dilaksanakan serentak di seluruh SD dan SMP se-Kota Bogor sebagai bagian dari kampanye kesehatan anak.

Editor: IJS