Festival Merah Putih 2026 Siapkan 17 Agenda, Bogor Bersolek Sepanjang Bulan Kemerdekaan

Panitia Festival Merah Putih 2026 saat memaparkan rangkaian agenda Bulan Kemerdekaan yang akan digelar di Kota Bogor sepanjang Agustus 2026. (Dok. Tim FMP)
Panitia Festival Merah Putih 2026 saat memaparkan rangkaian agenda Bulan Kemerdekaan yang akan digelar di Kota Bogor sepanjang Agustus 2026. (Dok. Tim FMP)

Harnas.id, BOGOR – Kota Bogor kembali bersiap menyambut Bulan Kemerdekaan dengan rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP) 2026. Tahun ini, panitia menyiapkan 17 agenda yang menggabungkan unsur kebangsaan, pendidikan, sosial, olahraga, seni budaya, hingga ekonomi kreatif yang akan berlangsung sejak akhir Juli hingga penghujung Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan resmi dimulai melalui Silaturahmi Kebangsaan bersama insan pers yang digelar di Tirta Ballroom THE 1O1 Bogor Suryakancana, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bogor Raya, serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor.

Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said, mengatakan Festival Merah Putih bukan hanya perayaan tahunan menyambut Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan.

“Festival Merah Putih bukan sekadar rangkaian perayaan, tetapi ruang perjumpaan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan sosial, pendidikan, olahraga, seni, dan kebangsaan, kami ingin menghadirkan semangat kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” kata Syahril.

Menurutnya, dampak yang diharapkan tidak hanya pada penguatan nilai nasionalisme, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dalam berbagai agenda FMP diyakini akan memberi manfaat bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, perdagangan, transportasi, perhotelan, hingga industri kreatif di Kota Bogor.

Salah satu program yang kembali menjadi perhatian adalah gerakan Memerahputihkan Bogor yang berlangsung mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program tersebut diwujudkan melalui pemasangan umbul-umbul Merah Putih di sejumlah ruas jalan utama serta penataan pencahayaan bernuansa merah putih di kawasan Lawang Salapan.

Nuansa kebangsaan juga akan terlihat setiap hari di kawasan Tugu Kujang. Selama 1 hingga 31 Agustus 2026, panitia kembali menggelar upacara penaikan dan penurunan bendera yang melibatkan pelajar SMP, SMA, pesantren dari enam kecamatan, unsur Pramuka, serta Purna Paskibraka.

Agenda besar lainnya adalah Kirab Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026. Kirab tersebut akan menghadirkan arak-arakan bendera Merah Putih sepanjang satu kilometer yang dibawa menyusuri rute sekitar empat kilometer dari Jalan Otto Iskandardinata menuju Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).

Kegiatan itu akan melibatkan unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, FMP juga akan menggelar Doa Bersama Lintas Agama di kawasan Tugu Kujang. Enam tokoh agama dijadwalkan hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dan masyarakat untuk memanjatkan doa bagi persatuan, kedamaian, serta kemajuan bangsa.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, Festival Merah Putih 2026 juga menempatkan pendidikan sejarah sebagai salah satu program utama. Melalui Wisata Kebangsaan, sekitar 1.000 siswa sekolah dasar akan diajak mengunjungi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti pada 18 hingga 21 Agustus 2026.

Selanjutnya, sebanyak 1.000 pelajar tingkat SMP akan mengikuti Wisata Perjuangan yang berlangsung di Museum dan Monumen Pembela Tanah Air pada 24 sampai 28 Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan nilai pengabdian kepada generasi muda.

Panitia juga menghadirkan program Generasi Emas Merah Putih yang berlangsung sejak 29 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program ini menjadi wadah edukasi sekaligus bentuk apresiasi kepada warga Bogor yang memiliki prestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Di bidang pendidikan karakter dan kedisiplinan, FMP akan menggelar LKBB Merah Putih Championship pada 29 Agustus 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University. Kompetisi tersebut terbuka bagi peserta tingkat SD, SMP, SMA, hingga sederajat dari Kota Bogor dan wilayah sekitarnya.

Aspek kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam rangkaian festival. Pada 5 Agustus 2026, panitia akan mengunjungi panti jompo serta menyalurkan bantuan kepada anak-anak di Panti Asuhan Abas, Tonjong.

Selain itu, FMP akan menyelenggarakan kegiatan donor darah pada 1 Agustus 2026 di Sekolah Kesatuan Bogor. Program lainnya meliputi wakaf tanaman alpukat untuk rumah ibadah dan fasilitas sosial, serta fasilitasi sertifikasi tanah wakaf bekerja sama dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor.

Panitia menilai program sertifikasi tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf yang digunakan untuk kepentingan keagamaan maupun pelayanan sosial masyarakat.

Sementara pada sektor olahraga, FMP akan menghadirkan Padel Merah Putih Championship pada 15 Agustus 2026 di Racket Hour. Kejuaraan tersebut memperebutkan Piala Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Aktivitas ekonomi kreatif dan kuliner juga mendapat ruang melalui Festival Kopi Legendaris yang berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di Lapangan Sempur. Sebanyak 44 stan UMKM dan enam kedai kopi legendaris khas Bogor dijadwalkan meramaikan kegiatan tersebut.

Bagi anak-anak, panitia menyiapkan Fashion Show Kids Lawang Salapan pada 28 Agustus 2026. Kegiatan yang melibatkan anak-anak panti asuhan itu menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas dan bakat melalui busana bertema Nusantara serta Merah Putih.

Syahril berharap Festival Merah Putih dapat semakin mengukuhkan posisi Kota Bogor sebagai kota sejarah dan kota perjuangan yang memiliki daya tarik wisata kebangsaan. Selain itu, kehadiran masyarakat dalam berbagai agenda diharapkan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya untuk hadir dan menjadi bagian dari Festival Merah Putih 2026. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong,” ujar Syahril.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Closing Ceremony yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026 di Lanud Atang Sendjaja. Informasi terkait jadwal dan perkembangan kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi media sosial Festival Merah Putih.

Festival Merah Putih sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan lintas elemen masyarakat dalam rangka menyambut dan memperingati Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, insan pers, komunitas, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam menumbuhkan semangat persatuan serta kepedulian sosial.

Editor: IJS