
Harnas.id, JAKARTA – Komitmen Telkomsel dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Indonesia terus berlanjut melalui program Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity (TERRA). Memasuki usia satu setengah dekade, program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut semakin memperluas peran dalam membangun kapasitas relawan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan dukungan teknologi digital untuk penanggulangan bencana.
Sejak dijalankan, TERRA menjadi salah satu inisiatif yang difokuskan pada penguatan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Program ini mencakup empat tahapan utama, yakni kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan dan rehabilitasi, serta pencegahan dan mitigasi bencana.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian dari operasional perusahaan. Hingga saat ini, TERRA telah menjangkau 16 wilayah di Indonesia dengan melibatkan 722 relawan dan 118 komunitas yang bergerak di bidang kebencanaan dan kemanusiaan.
Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah Gladian PANJI Relawan TERRA. Program ini dirancang sebagai pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas yang menyasar relawan muda, termasuk Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) dan berbagai komunitas peduli kebencanaan di sejumlah daerah.
Nama “Gladian” diambil dari tradisi latihan dan pembekalan yang telah lama dikenal dalam dunia kepramukaan, militer, dan organisasi pecinta alam di Indonesia. Sementara itu, PANJI merupakan akronim dari lima pilar utama yang menjadi dasar pelatihan.
Lima pilar tersebut meliputi:
- Pemetaan Risiko
- Alokasi Sumber Daya
- Notifikasi Dini
- Jaringan Evakuasi Aman
- Integrasi Penanganan Darurat
Sepanjang 2026, Gladian PANJI Relawan TERRA digelar secara bertahap di berbagai daerah. Kegiatan diawali di Pandeglang, Banten pada 25–27 Juni 2026, kemudian berlanjut ke Bandungan, Semarang pada 9–11 Juli 2026, dan dilanjutkan di Ciwidey, Bandung pada 23–25 Juli 2026.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari berbagai narasumber yang berasal dari kalangan praktisi, akademisi, jurnalis kebencanaan, hingga lembaga penanggulangan bencana. BASARNAS, BPBD, dan PMI setempat juga turut terlibat dalam proses pelatihan.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, antara lain:
- Talkshow Tanggap Bencana
- Basic Life Support
- Psikososial Fundamental
- Jurnalistik Kebencanaan
- Mitigasi Bencana
- Disaster Management
Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga menjalani berbagai simulasi yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat di lapangan.
Program ini bertujuan mencetak generasi relawan yang memiliki kemampuan teknis, pemahaman mitigasi, serta keterampilan koordinasi yang dibutuhkan dalam penanganan bencana. Di saat yang sama, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat peran relawan sebagai agen mitigasi di lingkungan masing-masing.
Pelaksanaan Gladian PANJI Relawan TERRA juga mencerminkan pendekatan kolaboratif yang selama ini menjadi fondasi program TERRA. Telkomsel mengedepankan sinergi lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, organisasi kemanusiaan, akademisi, komunitas relawan nasional, hingga sektor swasta.
Melalui pendekatan tersebut, setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kapasitas dan keahliannya masing-masing dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih terintegrasi dan responsif.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana.
“Selama 15 tahun perjalanan TERRA, kami percaya bahwa ketahanan masyarakat menghadapi bencana hanya bisa dibangun lewat kolaborasi berbagai pihak. Gladian PANJI Relawan TERRA adalah bentuk nyata dari keyakinan itu, tempat relawan muda dibekali kemampuan yang dapat digunakan saat situasi darurat terjadi. Bagi kami, inilah wujud nyata melayani masyarakat Indonesia sepenuh hati, khususnya mereka yang paling membutuhkan di saat darurat,” ujar Abdullah Fahmi.
Selain pelatihan lapangan, Telkomsel juga memperkuat dukungan teknologi melalui pengembangan Aplikasi TERRA. Platform digital ini dirancang untuk membantu koordinasi relawan dan mempercepat proses pengambilan keputusan saat terjadi bencana.
Melalui aplikasi tersebut, relawan dapat melakukan pelaporan potensi bencana, asesmen kondisi lapangan, pelacakan lokasi personel secara real-time, hingga dokumentasi foto dan video dari lokasi kejadian.
Keunggulan lainnya, aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan berbagai sumber data resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Integrasi data tersebut memungkinkan proses koordinasi antarinstansi berjalan lebih cepat dan efisien, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan akurat.
Sebagai bagian dari ekosistem TERRA, Telkomsel juga melibatkan karyawan perusahaan melalui program Tflyers Volunteer Program. Melalui inisiatif ini, para karyawan didorong untuk berpartisipasi sebagai relawan maupun koordinator lapangan ketika terjadi bencana.
Program tersebut tidak hanya mendukung kesiapan operasional perusahaan dalam kondisi darurat, tetapi juga membangun budaya kepedulian sosial di lingkungan internal perusahaan.
Ke depan, Telkomsel menyatakan akan terus memperluas jangkauan Gladian PANJI Relawan TERRA ke berbagai wilayah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kapasitas relawan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dan mendukung terbentuknya ekosistem national digital resilienceyang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
Editor: IJS










