
Harnas.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyegaran struktur organisasi dengan melantik lima pejabat tinggi madya baru untuk mengisi sejumlah posisi strategis. Langkah ini dilakukan di tengah upaya pemerintah meningkatkan tata kelola kelembagaan sekaligus memperbaiki pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Salah satu nama yang menarik perhatian dalam pelantikan tersebut adalah Dr. Ketut Sumedana. Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung itu kini dipercaya mengemban tugas sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di lingkungan BGN.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa pengangkatan para pejabat baru dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tentang Badan Gizi Nasional. Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada Presiden untuk menunjuk langsung pejabat tinggi madya di lingkungan BGN.
“Kemarin sore kami mendapat Keppres yang ditandatangani Bapak Presiden mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN. Kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” kata Agustina dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Selasa (21/7/2026).
Dalam pelantikan tersebut, BGN menetapkan lima pejabat baru yang akan memperkuat berbagai bidang strategis lembaga, yaitu:
- Dr. Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama.
- dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola.
- Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran.
- Dr. Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama.
- Dr. Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Agustina menuturkan setiap pejabat yang ditunjuk memiliki pengalaman dan kompetensi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini. BGN menargetkan penguatan sistem kerja dari sisi tata kelola, pengawasan, penyaluran, hingga promosi program kepada masyarakat.
Untuk posisi Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, misalnya, BGN menunjuk dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea yang memiliki pengalaman panjang di sektor kesehatan, khususnya dalam pengelolaan program imunisasi nasional.
Menurut Agustina, pengalaman tersebut dinilai relevan untuk mendukung pengembangan sistem pendataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang lebih akurat melalui pendekatan by name by address.
Sementara itu, Zainuri yang sebelumnya berkarier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dipercaya mengelola bidang penyediaan dan penyaluran. Penugasan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola anggaran serta memastikan penggunaan dana program berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Kami akan memastikan setiap rupiah anggaran dikelola dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegas Agustina.
Di sektor pengawasan, BGN memberikan kepercayaan kepada Ketut Sumedana yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Dengan rekam jejak lebih dari dua dekade di institusi penegakan hukum, Ketut diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan internal lembaga.
Selain pernah menjabat sebagai Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut juga memiliki pengalaman sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
BGN menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai aturan yang berlaku. Fungsi pengawasan juga diharapkan mampu mendeteksi lebih dini potensi penyimpangan sekaligus menjaga akuntabilitas program.
Menurut Agustina, kehadiran jajaran pimpinan baru merupakan bagian dari proses penguatan kelembagaan yang sedang dilakukan BGN. Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Namun demikian, dengan bergabungnya para pejabat baru yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, BGN optimistis kualitas pelaksanaan program dapat terus ditingkatkan.
“Dengan tim yang seperti sekarang ini kami yakin program ini ke depan akan lebih baik lagi. Kami memang tidak bisa serta-merta mengembalikan keadaan menjadi sempurna, tetapi kami mohon waktu untuk terus melakukan perbaikan,” pungkasnya.
Pelantikan lima pejabat tinggi madya ini menandai langkah baru BGN dalam memperkuat organisasi di tengah besarnya tanggung jawab pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah Indonesia.
Editor: IJS










