Dunia Veteriner Makin Serius Digarap, IPB Gandeng Klinik Hewan untuk Cetak Dokter Siap Praktik

Pertemuan kerja sama SKHB IPB University dan Vetopet Animal Clinic di Bogor. Foto: IPB University
Pertemuan kerja sama SKHB IPB University dan Vetopet Animal Clinic di Bogor. Foto: IPB University

Harnas.id, BOGOR – Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University resmi menjalin kerja sama strategis dengan Vetopet Animal Clinic dalam pengembangan pendidikan dan kompetensi calon dokter hewan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut berlangsung melalui pertemuan resmi di Ruang Dekanat SKHB IPB University, Bogor. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koneksi antara dunia akademik dan industri kesehatan hewan yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Fokus utama kolaborasi diarahkan pada peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program praktik lapangan dan pembelajaran berbasis industri. Beberapa program yang akan dijalankan meliputi:

  • Program magang mahasiswa
  • Praktik klinis
  • Penguatan pengalaman lapangan
  • Pendampingan dunia industri kesehatan hewan

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tenaga medis hewan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap menghadapi dinamika praktik di lapangan.

Dekan SKHB IPB University, Prof. Dr. Drh. Amrozi, mengatakan kerja sama dengan klinik maupun rumah sakit hewan menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan kedokteran hewan.

Menurutnya, dunia pendidikan perlu lebih dekat dengan kebutuhan industri agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan.

“Pendekatan link and match antara dunia akademik dan dunia praktik menjadi bagian penting agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi perkembangan industri kesehatan hewan,” ujarnya.

Amrozi menilai perkembangan layanan kesehatan hewan di Indonesia saat ini semakin kompleks, baik dari sisi teknologi medis, pelayanan klinis, hingga kebutuhan tenaga profesional veteriner. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional sebelum memasuki dunia praktik secara penuh.

Sementara itu, Founder Vetopet Animal Clinic, drh. Nurul Anjar Prastiwi M.Si., menyebut kolaborasi dengan SKHB IPB menjadi langkah nyata untuk mendukung pengembangan profesi dokter hewan di Indonesia.

Menurutnya, klinik hewan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran hewan.

“Dengan fasilitas dan jaringan layanan yang kami miliki, kami berharap Vetopet dapat menjadi wadah pembelajaran praktis sekaligus mendukung peningkatan standar layanan kesehatan hewan di Indonesia,” katanya.

Vetopet Animal Clinic sendiri dikenal sebagai salah satu layanan kesehatan hewan yang terus berkembang dengan sejumlah cabang dan fasilitas medis penunjang modern. Layanan yang tersedia di Vetopet meliputi:

  • Pemeriksaan kesehatan hewan
  • Vaksinasi
  • Rawat inap
  • Tindakan medis hewan
  • Layanan penunjang kesehatan veteriner

Selain pelayanan medis, Vetopet juga aktif dalam berbagai program edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang veteriner.

Dalam beberapa tahun terakhir, SKHB IPB University memang terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak di industri kesehatan hewan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk membuka peluang lebih luas dalam pengembangan riset, teknologi kesehatan hewan, hingga peningkatan kapasitas tenaga profesional veteriner di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat mencetak dokter hewan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktik dan adaptasi terhadap perkembangan industri kesehatan hewan modern.

Sinergi antara kampus dan industri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan SDM veteriner yang mampu menjawab tantangan dunia kesehatan hewan di masa depan.

Editor: IJS