
Harnas.id, BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung transformasi digital sektor pertanian. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Operator Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dirangkaikan dengan pembekalan kemampuan komunikasi publik (public speaking) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP/BRMP) Bogor.
Kegiatan berskala nasional ini berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2026, dengan melibatkan 100 peserta yang dibagi ke dalam lima kelas pelatihan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bekti Subagja, A.Pi., M.Si., selaku Kepala Bagian Umum (Kabag Umum). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akurasi data berbasis spasial menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung perumusan kebijakan pertanian yang tepat sasaran, terukur, dan berbasis data.
Melalui pelatihan ini, Kementan berupaya mencetak operator SIG yang kompeten, profesional, serta memiliki pengakuan kompetensi melalui sertifikasi. Penguasaan teknologi geospasial dinilai semakin penting dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan sektor pertanian, mulai dari pemetaan potensi lahan, pemantauan kondisi dan fase pertumbuhan tanaman, hingga identifikasi dini potensi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim.
100 Peserta Dibagi dalam Lima Kelas Intensif
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan optimal, sebanyak 100 peserta dibagi ke dalam lima kelas pelatihan. Setiap kelas mendapatkan pendampingan dari instruktur dan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang sistem informasi geospasial.
Kurikulum pelatihan dirancang dengan mengombinasikan penguatan teori dan praktik teknis agar peserta mampu memahami sekaligus mengaplikasikan teknologi SIG dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Adapun materi teknis yang diberikan meliputi delapan kompetensi utama, yaitu:
- Instalasi Aplikasi SIG dan Konsep Dasar SIG, meliputi pengenalan perangkat lunak geospasial serta pemahaman struktur dan karakteristik data spasial.
- Georeferensi dan Digitasi Foto Udara, yaitu teknik menghubungkan foto udara dengan sistem koordinat geografis serta mengubah objek visual menjadi data vektor.
- Pemeriksaan Kesalahan Geometri dan Geoprocessing, mencakup validasi data spasial, pemeriksaan kesalahan topologi, serta analisis tumpang susun (overlay).
- Pengolahan Data GPS Geodetik, berupa teknik pengolahan data hasil pengukuran lapangan untuk menghasilkan informasi posisi dan batas lahan dengan tingkat ketelitian tinggi.
- Labelling dan Simbologi, yakni pengaturan identitas visual dan simbolisasi untuk menyajikan informasi geospasial secara jelas dan informatif.
- Penyusunan Layout Peta, meliputi proses penyajian akhir peta digital sesuai kaidah kartografi dan standar penyajian informasi.
- Praktik Pengolahan dan Analisis Data Spasial, untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola serta memanfaatkan data geospasial.
- Praktik Penyajian Informasi Geospasial, guna memastikan hasil pengolahan data dapat disajikan secara sistematis dan mudah dipahami.
Pembekalan Public Speaking, Perkuat Kemampuan Komunikasi Aparatur
Selain penguatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kemampuan komunikasi melalui pembekalan public speaking.
Kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu keterampilan penting bagi aparatur pemerintah, khususnya dalam menyampaikan hasil kerja, mempresentasikan informasi teknis, serta mengomunikasikan data dan kebijakan kepada berbagai pemangku kepentingan.
Penguasaan teknologi tanpa didukung kemampuan komunikasi yang baik tentu belum cukup untuk memastikan informasi dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi teknis dan komunikasi diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga aparatur tidak hanya mampu mengolah data, tetapi juga menyampaikan hasil analisis secara efektif, jelas, dan profesional.
Uji Sertifikasi, Pastikan Kompetensi Operator SIG
Pada hari terakhir pelaksanaan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi terkait.
Sertifikasi ini menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan peserta berdasarkan standar kompetensi kerja yang berlaku, sekaligus memberikan pengakuan profesional terhadap keterampilan yang dimiliki operator SIG.
Melalui proses tersebut, diharapkan para peserta memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mampu menerapkan keterampilan geospasial secara optimal dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.
Dorong Pertanian Modern Berbasis Data Presisi
Kementerian Pertanian optimistis bahwa peningkatan kompetensi SDM di bidang geospasial akan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan tata kelola data sektor pertanian.
Data spasial yang akurat dan valid dapat menjadi landasan penting dalam mendukung berbagai program strategis, seperti pemetaan lahan pertanian, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran, pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam (PAT), serta penguatan ketahanan dan stabilitas pasokan pangan nasional.
Investasi dalam pengembangan kapasitas aparatur ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak terwujudnya ekosistem pertanian modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim, serta mampu mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang mandiri dan berdaulat.
Melalui penguatan kompetensi teknis dan kemampuan komunikasi, Kementan terus mendorong lahirnya SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
Editor: Erk










