Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal (tengah) didampingi Kasrem 031 Wirabima (kiri), dan Wagub Riau Edi Natar Nasution (kiri belakang) menunjukkan barang bukti sabu di sela rilis pengungkapan kasus narkotika di halaman Mapolda Riau Jalan Pattimura, Rabu (16/3/2022) | IST

HARNAS.ID – Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) tidak segan-segan menindak oknum anggota kepolisian yang terlibat dengan peredaran narkotika, tidak pandang bulu dalam memberikan sanksi.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal saat konferensi pers ungkap kasus selama 77 hari kerjanya di halaman Mapolda Riau Jalan Pattimura, Rabu (16/3/2022).

“Prinsipnya, kami akan tindak tegas, setegas-tegasnya. Saya akan pecat anggota kepolisian sesuai mekanisme,” kata Irjen M Iqbal.

Pernyataan itu diungkapkan Kapolda, lantaran satu anggota kepolisian yang bertugas di Kepolisian Resor Rokan Hilir (Rohil) terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

“Lebih baik memecat 1, 2, 3 oknum, daripada dia merusak nama baik institusi kebanggaan kami. Kalau sudah kotor oleh oknum, bagaimana Polri akan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” terang Irjen M Iqbal.

Terhadap oknum tersebut, pihaknya akan memberikan sanksi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyebut bahwa oknum kepolisian tersebut inisial YR (38). Bersamanya didapatkan barang bukti berupa 5 Kg narkotika jenis sabu.

“Tersangka menyimpan narkotika jenis sabu sebanyak 5 bungkus merek teh China di dalam sebuah tas warna hitam,” papar Kombes Pol Sunarto.

Oknum tersebut ditangkap, Kamis (10/3/2022) malam di Jalan Tuanku Tambusai Gang Sabar Kelurahan Wonorejo, Marpoyan Damai. Penangkapan ini berawal dari informasi yang didapat bahwa di lokasi penangkapan sering terjadi transaksi narkoba.

Dari hasil interogasi, oknum tersebut mengakui bahwa dirinya berperan sebagai ‘tukang gendong’ sabu yang ditugaskan oleh seseorang inisial AL.

“Tersangka YR mengaku barang tersebut milik AL, selanjutnya dilakukan pengejaran kerumahnya di Jalan Bukit Sentosa. Namun tersangka AL melarikan diri,” singkat Narto.

Tersangka YR dijerat Pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) UU RI no 35 Tahun 2009 Ttg narkotika dengan an aman hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Editor: Ridwan Maulana