PBB 2026 Buka Ruang Pulang, Seringai hingga Hindia Siap Guncang Pakansari

Suasana Konferensi Pers Pesta Bebas Berselancar 2026 di Bogor jelang pelaksanaan festival musik pada Juni 2026. Foto: Harnas.id
Suasana Konferensi Pers Pesta Bebas Berselancar 2026 di Bogor jelang pelaksanaan festival musik pada Juni 2026. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR — Festival musik tahunan Pesta Bebas Berselancar 2026 atau PBB kembali digelar tahun ini dengan konsep yang lebih besar dan emosional. Mengusung tema “Selamat Datang Kembali”, festival garapan Memorise Fun Club itu mengajak publik kembali ke ruang musik, komunitas, dan kebersamaan yang selama ini dirindukan.

Rangkaian menuju festival dimulai lewat Konferensi Pers PBB ‘26 yang digelar di Konco Lawas Hitz, Kamis (7/5/2026). Acara dibuka dengan pertunjukan seni lintas disiplin bertajuk “Repetisi yang Terbarukan” persembahan Surau Creative.

Dalam konferensi pers tersebut, panitia resmi mengumumkan lineup lengkap sekaligus sederet penampilan spesial yang akan tampil di PBB 2026.

Beberapa pertunjukan kolaboratif yang menjadi sorotan antara lain:

  • Senandung Penghujung Senja, kolaborasi Parade Hujan, Danilla, dan Endah N Rhesa
  • The Panturas Set Jepun, penampilan spesial The Panturas bersama Tarawangsa Wellas
  • Skandal x Swellow, kolaborasi lintas kota antara band asal Yogyakarta dan Bogor
  • Selamat Datang Kembali: Seringai, yang menjadi penampilan comeback Seringai di festival musik setelah hiatus

CEO Memorise Fun Club, Aditya Muhammad, mengatakan tema “Selamat Datang Kembali” dipilih sebagai simbol ruang pulang bagi musisi, penonton, hingga komunitas kreatif.

“Tahun ini PBB hadir sebagai ajakan pulang ke musik, ke energi kolektif, dan ke ruang di mana penonton, musisi, dan komunitas kembali bertemu tanpa jarak,” ujar Aditya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PBB 2026 hadir dalam format dua hari penuh. Festival akan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Gelora Pakansari.

Menurut Aditya, penambahan durasi festival dilakukan agar pengalaman penonton menjadi lebih panjang dan intim. PBB juga ingin mempertegas posisinya sebagai rumah bagi ekosistem musik dan komunitas kreatif, khususnya di Bogor dan sekitarnya.

Dalam sesi “Singkat, Padat, PBB”, sejumlah pihak turut hadir membahas dampak festival terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Mulai dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Goers, hingga Nexpro ikut terlibat dalam diskusi tersebut.

Kabid Pemparekraf, Dharmawan Yogaswara, menyebut keberadaan PBB memberi efek ekonomi langsung bagi kawasan sekitar Stadion Pakansari.

“Pertumbuhan ekonomi di sekitar Stadion Pakansari ini bertambah berkat adanya PBB, pemerintah Bogor sangat support sekali dengan adanya acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Goers, Ferdinand Octavilano, menilai konsistensi menjadi pembeda utama PBB dibanding festival lain.

“Yang membedakan PBB dari event lainnya adalah konsistensi dan profesional,” katanya.

Selain musik, PBB 2026 juga menghadirkan ruang kolaborasi komunitas lewat area Tengkulak Kalcer yang dikelola Surau Creative. Tahun ini, area tersebut tak hanya menjadi mini stage biasa, tetapi juga ruang pertunjukan lintas disiplin seni.

Komunitas lokal akan menghadirkan berbagai kolaborasi unik, mulai dari black metal dengan pantomim, musik tradisional karinding dengan hip hop, hingga tari kontemporer yang dipadukan dengan musik bambu dan fire dance.

Perwakilan Surau Creative, Zody, mengatakan PBB menjadi ruang penting untuk memperlihatkan wajah budaya Bogor yang lebih luas.

“Bogor bukan hanya sekedar hujan, bukan sekedar talas, dan hanya yang manis-manis yang ada di kota aja, karena seperti di ujung Bogor, ada gerakan-gerakan kesenian yang perlu ditangkap,” ujarnya.

Konferensi Pers Pesta Bebas Berselancar 2026 mengumumkan lineup dan konsep festival musik yang akan digelar di Gelora Pakansari. Foto: Harnas.id
Konferensi Pers Pesta Bebas Berselancar 2026 mengumumkan lineup dan konsep festival musik yang akan digelar di Gelora Pakansari. Foto: Harnas.id

Tak hanya itu, PBB juga menggandeng visual artist asal Bogor, Piqree, serta komunitas seni instalasi P Dalam Gang untuk menghadirkan pengalaman festival yang lebih imersif bagi penonton.

Di sisi lineup utama, total ada 24 delegasi atau penampil yang akan mengisi dua hari festival.

Hari pertama akan diramaikan oleh:

  • Tulus
  • Senandung Penghujung Senja
  • Perunggu
  • Nadin Amizah
  • DNA
  • Seringai
  • The Panturas Set Jepun
  • Pee Wee Gaskins
  • Silampukau
  • White Swan
  • Alkateri
  • Polka Wars bersama Alahad

Sementara hari kedua akan menghadirkan:

  • Hindia
  • .Feast
  • Reality Club
  • The Adams
  • Ayu Ting Ting
  • Sal Priadi
  • FSTVLST
  • Kelompok Penerbang Roket
  • Skandal x Swellow
  • Sukses Lancar Rejeki
  • Biru Baru
  • The Kuda

Program Director PBB, Dimas Nugrahaputra, mengatakan konsep “Selamat Datang Kembali” ingin menegaskan bahwa PBB adalah rumah bagi semua elemen musik dan komunitas.

“PBB adalah rumah, bukan hanya untuk audiens atau warga Bogor, tapi juga untuk komunitas dan lineup-lineup yang ada,” ujar Dimas.

Melalui format dua hari, area komunitas, kolaborasi seni, hingga lineup lintas genre, PBB 2026 ingin menjadi ruang pertemuan yang lebih luas bagi publik untuk kembali terhubung lewat musik dan kebudayaan.

Editor: IJS