XLSMART Bidik Daerah Lewat Smart City, Jakarta Jadi Etalase Teknologi Kota Digital

Fotografer Professional, Darwis Triadi; Chief Enterprise & SME Officer XLSMART, Feby Sallyanto; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Budi Awaluddin; dalam sesi peluncuran Kompetisi Foto dan Video 'Color of Jakarta 2026', di Jakarta Selatan, Jumat (17/4).
Fotografer Professional, Darwis Triadi; Chief Enterprise & SME Officer XLSMART, Feby Sallyanto; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Budi Awaluddin; dalam sesi peluncuran Kompetisi Foto dan Video 'Color of Jakarta 2026', di Jakarta Selatan, Jumat (17/4).

Harnas.id, JAKARTA — Transformasi digital di sektor layanan publik terus bergerak menuju model kota cerdas atau smart city. Melihat kebutuhan tersebut, XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui layanan XLSMART for BUSINESS mulai memperluas perannya sebagai digital ecosystem enabler dengan menghadirkan berbagai solusi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga konektivitas digital.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan kota modern yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Chief Enterprise & SME Officer XLSMART, Feby Sallyanto, mengatakan kehadiran XLSMART for BUSINESS tidak lagi sekadar berfokus pada layanan jaringan telekomunikasi, melainkan ikut terlibat dalam proses transformasi digital lintas sektor.

“XLSMART for BUSINESS hadir bukan hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi sebagai mitra transformasi digital. Smart city membutuhkan fondasi teknologi yang kuat, mulai dari jaringan yang andal, solusi IoT yang relevan, hingga automasi berbasis AI yang mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan produktivitas kota,” ujar Feby dalam keterangannya, Selasa (6/5/2026).

Menurutnya, konsep kota global saat ini tidak hanya dinilai dari pembangunan fisik semata. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, kreativitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga kota secara berkelanjutan.

Sebagai implementasi di lapangan, XLSMART for BUSINESS telah menghadirkan sejumlah solusi digital di Jakarta. Salah satunya melalui dukungan terhadap program Jakwifi yang memperluas akses internet di ruang publik seperti taman kota hingga kawasan permukiman.

Selain konektivitas, perusahaan juga mengembangkan solusi berbasis IoT untuk mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan infrastruktur perkotaan yang lebih cepat dan responsif terhadap situasi di lapangan.

Di sisi lain, XLSMART for BUSINESS turut memperkenalkan platform Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA). Platform ini memanfaatkan teknologi AI dan data analytics untuk membantu automasi layanan, efisiensi operasional, hingga pengelolaan sistem digital baik di sektor pemerintahan maupun enterprise.

Perusahaan menilai kebutuhan terhadap sistem digital berbasis data akan semakin meningkat, terutama di kota-kota besar yang membutuhkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital di Jakarta, XLSMART for BUSINESS juga ikut ambil bagian dalam program Color of Jakarta 2026. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif kolaboratif dari Diskominfotik DKI Jakarta yang mengangkat tema Proud to be Jakartans melalui kompetisi foto dan video kreatif.

Partisipasi ini dinilai selaras dengan positioning perusahaan sebagai penggerak ekosistem digital yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga mendorong keterlibatan publik dan pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan ingin menghadirkan ekosistem kota yang semakin connected, intelligent, dan future-ready seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik berbasis teknologi.

Ke depan, XLSMART for BUSINESS membuka peluang untuk mereplikasi berbagai implementasi smart city ke sejumlah daerah lain di Indonesia. Pengembangan tersebut akan difokuskan pada solusi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing wilayah, mulai dari smart public space hingga layanan publik berbasis AI yang lebih adaptif dan efisien.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan industri telekomunikasi kini tidak hanya soal jaringan, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu menjadi bagian dari pembangunan sistem kota digital di masa depan.

Editor: IJS