Polri–PBB Perkuat Kemitraan, Isu Keselamatan Personel Misi Jadi Sorotan

Pertemuan Polri dengan delegasi PBB terkait kerja sama misi perdamaian di Mabes Polri. Foto: Polri
Pertemuan Polri dengan delegasi PBB terkait kerja sama misi perdamaian di Mabes Polri. Foto: Polri

Harnas.id, JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya dalam mendukung misi perdamaian dunia. Fokus utama yang ditekankan adalah aspek keamanan dan keselamatan personel yang bertugas di wilayah konflik.

Komitmen tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam pertemuan dengan delegasi United Nations Police Division. Delegasi tersebut dipimpin oleh United Nations Police Adviser Faisal Shahkar, didampingi Hai Nguyen dan Mehmet Ata Yenigun, di Mabes Polri, Jakarta.

Dalam forum itu, kedua pihak membahas penguatan kolaborasi yang telah berjalan, termasuk upaya peningkatan kapasitas dan kesiapan personel. Isu perlindungan personel menjadi perhatian utama di tengah kompleksitas konflik global.

Faisal Shahkar menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam berbagai misi perdamaian. Ia menilai personel Polri menunjukkan profesionalisme, disiplin, serta kemampuan adaptasi yang sesuai dengan standar operasional PBB.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Polri. Kami akan terus mengembangkan dan memperkuat kerja sama ini guna meningkatkan kontribusi bersama dalam misi perdamaian dunia,” ujarnya.

Pertemuan ini sekaligus menandai kesinambungan hubungan antara Polri dan PBB yang telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan delegasi PBB yang telah memasuki kali ketiga menjadi indikator hubungan strategis yang terus berlanjut.

Kerja sama ini diperkuat sejak penandatanganan Cooperation Action Points pada 26 Juni 2024 di New York. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari implementasi peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.

Di sisi lain, Polri juga terus mendorong peningkatan kapasitas internal. Saat ini, Polri tengah menggelar Annual FPU Commanders Workshop pada 20–24 April 2026, serta menyiapkan Annual Commanders Strategic Course pada Juli mendatang.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi dinamika penugasan internasional yang semakin kompleks. Pelatihan menjadi bagian dari strategi peningkatan profesionalisme.

Dalam kontribusinya, Polri saat ini menugaskan 140 personel Formed Police Unit (FPU) dalam misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah. Selain itu, terdapat 51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di berbagai misi PBB.

Rinciannya, 14 personel bertugas di MINUSCA, 19 personel di UNMISS (Sudan Selatan), 9 personel di MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), 6 personel di UNFICYP (Siprus), serta 3 personel di UNISFA (Abyei).

Wakapolri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polri dalam berbagai misi internasional tersebut. Ia menilai kepercayaan itu menjadi tanggung jawab sekaligus peluang untuk meningkatkan kontribusi Indonesia di tingkat global.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Polri dapat terus berkontribusi aktif dalam misi perdamaian dunia, baik melalui pengiriman personel maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan personel merupakan prioritas utama dalam setiap penugasan. Polri akan terus memperkuat koordinasi dengan PBB guna memastikan efektivitas sekaligus keamanan di lapangan.

“Kami akan terus menekankan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di daerah misi, serta memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan PBB guna memastikan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa harapannya tidak ada lagi korban jiwa di kalangan penjaga perdamaian dunia. Hal ini menjadi alasan utama penguatan kerja sama dilakukan secara berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Polri juga tengah menyiapkan peningkatan kapasitas operasional melalui pengembangan FPU Level 3. Langkah ini ditujukan untuk merespons tantangan konflik modern yang semakin dinamis.

Pertemuan ini mempertegas arah kemitraan Polri dan PBB ke depan. Fokusnya tidak hanya pada kontribusi jumlah personel, tetapi juga kualitas, keselamatan, dan efektivitas misi perdamaian.

Editor: IJS