Porprov 2026 di Depan Mata, Dedie–Jenal Pasang Target dan Ingatkan Tiga Kunci Sukses

Rapat koordinasi kontingen Kota Bogor jelang Porprov Jabar 2026 di Gedung DPRD. Foto: Pemkot Bogor
Rapat koordinasi kontingen Kota Bogor jelang Porprov Jabar 2026 di Gedung DPRD. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR – Kesiapan kontingen Kota Bogor menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XIV Tahun 2026 mulai memasuki fase matang. Seluruh elemen, mulai dari atlet hingga pengurus cabang olahraga, diarahkan untuk fokus pada target bersama: mengangkat nama daerah di level provinsi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membuka rapat koordinasi pengurus kontingen bersama ketua cabang olahraga (cabor), pelatih, dan perwakilan atlet. Pertemuan berlangsung di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (5/5/2026).

Dalam arahannya, Dedie menegaskan terdapat tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan Kota Bogor di ajang Porprov 2026. Ketiga poin tersebut meliputi sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses prestasi.

Pada aspek administrasi, Dedie menekankan pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran. Ia mengingatkan bahwa seluruh pembiayaan berasal dari masyarakat, sehingga harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Anggaran ini harus tetap dipertanggungjawabkan. Dari rakyat, dan harus membuahkan kebanggaan untuk rakyat. Ini harus mencerminkan sukses administrasi,” ujar Dedie.

Ia juga meminta seluruh pengurus cabor dan kontingen untuk tertib dalam pelaporan administrasi. Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas penyelenggaraan.

Selanjutnya, Dedie menyoroti kesiapan Kota Bogor sebagai tuan rumah. Ia menilai aspek penyelenggaraan tidak kalah penting karena akan menjadi wajah daerah di mata peserta dari kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Pemerintah Kota Bogor, kata dia, terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana olahraga. Termasuk peningkatan akses menuju lokasi pertandingan agar mobilitas peserta dan ofisial berjalan lancar.

Salah satu venue yang disiapkan adalah kawasan Green Forest di Pamoyanan. Untuk mendukung akses, Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait percepatan pembangunan trase baru Batutulis.

“Green Forest di Pamoyanan menjadi salah satu venue Porprov. Kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk percepatan trase baru Batutulis, dengan harapan sebelum pelaksanaan Porprov jalan tersebut sudah bisa difungsikan,” jelasnya.

Adapun poin terakhir adalah sukses prestasi. Kota Bogor memasang target ambisius dengan membidik 100 medali emas pada ajang Porprov 2026.

Dedie optimistis target tersebut realistis, mengingat kesiapan atlet yang terus meningkat. Ia juga menyebut harapan masyarakat menjadi dorongan tambahan bagi para atlet.

“Saya yakin dan percaya, dengan semangat dan kekuatan yang kita miliki, kita bisa membanggakan Kota Bogor. Kita tidak kalah dengan kota-kota lain,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Bogor yang juga menjabat Ketua Kontingen, Jenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa para atlet tengah menjalani program latihan intensif. Jadwal latihan yang padat disebut menjadi bagian dari strategi peningkatan performa.

Selain itu, para atlet juga diberi kesempatan mengikuti try in dan try out, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, sejumlah atlet dilaporkan telah menorehkan prestasi di ajang internasional.

“Para atlet juga dipersilakan mengikuti try in dan try out. Bahkan, ada yang berhasil meraih juara di luar negeri. Ini membuktikan Kota Bogor semakin siap menghadapi Porprov,” kata Jenal.

Melihat perkembangan tersebut, Jenal mengaku optimistis kontingen Kota Bogor mampu meraih hasil maksimal. Ia menilai tren peningkatan performa atlet menjadi sinyal positif menjelang Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Dengan kombinasi kesiapan teknis, dukungan pemerintah, serta target yang terukur, Kota Bogor menatap Porprov 2026 dengan kepercayaan diri tinggi.

Editor: IJS