Rebutan Lahan Parkir Picu Gesekan GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila di Sidoarjo, 4 Orang Diamankan

Polisi Menangani Perselisihan Antarormas di Kawasan Dusun Menyanggong, Sidoarjo. Foto: Polri
Polisi Menangani Perselisihan Antarormas di Kawasan Dusun Menyanggong, Sidoarjo. Foto: Polri

Harnas.id, SIDOARJO – Perselisihan antara dua organisasi kemasyarakatan (ormas), GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila, terjadi di kawasan parkiran Dusun Menyanggong, Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (9/8/2026). Perselisihan tersebut diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir yang melibatkan ormas dan warga sekitar.

Peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum bentrokan pecah, persoalan pengelolaan parkir telah dibicarakan antara perwakilan GRIB Jaya dengan Ketua RT 20 RW 08, Nur Afandi.

Rangkaian persoalan tersebut bermula pada Kamis (8/8/2026), ketika Nanang bersama sekitar 30 anggota GRIB Jaya mendatangi sebuah warung kopi di sekitar area parkiran Dusun Menyanggong. Mereka kemudian bertemu dengan Ketua RT 20 RW 08, Nur Afandi, untuk menyampaikan keinginan ikut menjaga area parkir.

Dalam pembicaraan tersebut, permintaan anggota GRIB Jaya untuk ikut menjaga parkiran disetujui. Kesepakatannya, mereka mendapat jadwal menjaga parkir pada pagi hari selama satu bulan.

Persoalan kembali muncul pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Nanang menghubungi Ketua RT 20 RW 08 dan mengajaknya bertemu sebelum kemudian datang bersama sekitar 30 anggota GRIB Jaya ke rumah Nur Afandi.

Pertemuan tersebut dihadiri Nur Afandi, Misbach, serta Winardi yang disebut sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Taman. Dalam pertemuan itu, Nanang disebut meminta agar pengelolaan parkir pada pagi hari di wilayah Dusun Menyanggong secara khusus diberikan kepada anggota GRIB Jaya.

Sementara untuk jadwal malam hari, penjagaan diminta tetap dilakukan oleh warga setempat. Dalam pembicaraan tersebut, muncul pernyataan bahwa GRIB Jaya akan melakukan perlawanan apabila permintaan tersebut tidak disetujui.

Situasi kemudian berubah menjadi keributan. Berdasarkan informasi awal, Nanang dan Fauzi disebut memukul Winardi hingga mengenai bagian pipinya, sebelum sejumlah anggota GRIB Jaya lainnya ikut terlibat dalam pemukulan.

Misbach yang berupaya melerai juga disebut ikut menjadi sasaran pengeroyokan. Keributan tersebut kemudian memancing reaksi warga Dusun Menyanggong yang menyerang anggota GRIB Jaya.

Dalam situasi tersebut, sejumlah anggota GRIB Jaya meninggalkan lokasi dan melarikan diri menuju kawasan Pergudangan Jatim Wood. Petugas Polsek Taman kemudian datang ke lokasi untuk menghentikan aksi penyerangan dan mengendalikan situasi.

Dua orang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni:

  • Winardi, anggota Ormas Pemuda Pancasila Taman.
  • Misbach, anggota Ormas Pemuda Pancasila Taman sekaligus warga Dusun Menyanggong, Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam penanganan awal perkara, polisi telah mengamankan empat orang yang disebut berasal dari Ormas GRIB Jaya. Mereka diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terkait keributan tersebut.

Persoalan utama yang melatarbelakangi gesekan disebut berkaitan dengan pengelolaan lahan parkir di wilayah Dusun Menyanggong. Persoalan tersebut melibatkan kepentingan antara kelompok ormas dengan warga sekitar yang sebelumnya menjalankan aktivitas penjagaan parkir.

Aparat kepolisian selanjutnya melakukan penanganan untuk mencegah perselisihan berkembang lebih jauh. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta tindakan masing-masing orang dalam keributan tersebut.

Editor: IJS