Santunan Mengalir, BAZNAS Turun Langsung Usai Tragedi Kereta Bekasi

Prosesi pemakaman korban kecelakaan kereta di Bekasi. Foto: BAZNAS
Prosesi pemakaman korban kecelakaan kereta di Bekasi. Foto: BAZNAS

Harnas.id, BEKASIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan ini diberikan sebagai upaya meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Selain santunan, BAZNAS sejak awal kejadian telah menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS untuk membantu evakuasi serta memberikan penanganan medis awal di lokasi. Para korban kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan.

Layanan ambulans, bantuan logistik seperti makanan ringan dan air minum, juga disalurkan kepada korban terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat lembaga tersebut dalam situasi darurat.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki mandat untuk hadir dalam setiap kondisi darurat melalui unit tanggap bencana.

“Untuk para korban yang wafat jumlahnya 15 orang, kami memberikan dukungan santunan berupa uang sebesar masing-masing Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri pemakaman korban di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, selain bantuan kepada keluarga korban meninggal, dukungan juga diberikan kepada korban terdampak lainnya. Bantuan ini, kata dia, tidak berhenti pada tahap awal penanganan.

“BAZNAS, sesuai dengan salah satu misi dan tugasnya, memiliki unit tanggap bencana. Tahun ini, kami juga menambah unit, yakni tanggap duafa. Dalam penanganan bencana, begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai dukungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sodik membuka peluang bantuan lanjutan, khususnya bagi anak-anak yatim yang terdampak. Program yang dimiliki BAZNAS dapat diintegrasikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari layanan kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga bantuan pendidikan dan usaha kecil.

“Jika terdapat korban yatim dan kondisi rumah tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” katanya.

Ia juga memastikan, tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga proses penanganan selesai.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan, termasuk BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, hingga PMI.

“Langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan untuk keluarga, Insya Allah pasti sudah berjalan, khususnya di DKI Jakarta. Tadi BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Jika ada kejadian seperti ini, pasti kita akan memberikan bantuan. Bantuan dalam konteks ini juga mencakup hingga proses pemakaman,” jelas Rano.

Sementara itu, perwakilan keluarga korban menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Halimah, anak dari salah satu korban, mengungkapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan sejak awal kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami,” ujarnya.

Dalam peristiwa ini, salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan anak dan enam cucu. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan lanjutan bagi keluarga yang terdampak.

Respons cepat lintas lembaga dalam kejadian ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam penanganan bencana, sekaligus memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan.

Editor: IJS