Harnas.id, PASURUAN – The Grand Taman Safari Prigen kembali mencatat kelahiran satwa langka dengan lahirnya tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026. Peristiwa ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam konservasi satwa liar, khususnya menjaga keberlangsungan spesies dengan pengelolaan genetik yang terarah.
Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir lebih dulu pada 1 Maret 2026, terdiri dari satu jantan dan satu betina. Selang dua hari kemudian, tepatnya 3 Maret, lahir seekor harimau benggala putih dari pasangan indukan Anja dan Rinjani.
Kelahiran harimau putih ini menjadi perhatian tersendiri. Warna tersebut merupakan hasil dari gen resesif langka yang secara alami dapat muncul dalam populasi harimau benggala, dengan probabilitas sekitar 25 persen.
Kondisi ini mencerminkan adanya variasi genetik dalam populasi yang dikelola. Variasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan populasi satwa dalam jangka panjang.
Manajemen taman safari menyebut, seluruh indukan dan anak harimau dalam kondisi sehat. Saat ini, ketiganya berada di bawah pengawasan intensif tim medis dan animal keeper untuk memastikan proses tumbuh kembang berjalan optimal.
Selain menjadi daya tarik bagi pengunjung, kelahiran ini juga memiliki nilai edukasi. Keberhasilan reproduksi menunjukkan pentingnya biodiversitas atau keanekaragaman hayati dalam menjaga kelangsungan hidup spesies.
Pengelolaan berbasis kekayaan genetik menjadi salah satu fokus utama konservasi modern. Hal ini bertujuan meningkatkan kemampuan adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan serta meminimalkan risiko gangguan genetik akibat perkawinan sedarah.
Pihak pengelola berharap, kelahiran ini dapat berkontribusi dalam program konservasi ex-situ harimau benggala. Di sisi lain, momentum ini juga diharapkan mendorong kesadaran publik akan pentingnya pelestarian satwa liar dan ekosistemnya.
Editor: IJS











