Sehari Usai Rombak Eselon I, Nanik Deyang Putuskan Mundur dari BGN

Nanik Sudaryati Deyang saat menghadiri kegiatan Badan Gizi Nasional sebelum menyatakan pengunduran diri dari jabatan Kepala BGN (dok. BGN)
Nanik Sudaryati Deyang saat menghadiri kegiatan Badan Gizi Nasional sebelum menyatakan pengunduran diri dari jabatan Kepala BGN (dok. BGN)

Harnas.id, JAKARTA – Dinamika di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik setelah dalam rentang dua hari terjadi perubahan penting di tubuh lembaga tersebut. Setelah melakukan restrukturisasi jajaran pejabat eselon I, BGN kemudian menghadapi pengunduran diri Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.

Rangkaian peristiwa itu berlangsung pada 21 hingga 22 Juli 2026. BGN terlebih dahulu melantik lima pejabat tinggi madya baru sebagai bagian dari penyesuaian organisasi yang disebut bertujuan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sehari setelah pelantikan tersebut, Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN. Dalam keterangannya, Nanik menyebut keputusan itu diambil karena akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kedekatan waktu antara restrukturisasi organisasi dan pengunduran diri pimpinan lembaga membuat perhatian publik tertuju pada proses konsolidasi yang tengah berlangsung di BGN. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menghubungkan kedua peristiwa tersebut.

Tiga Purnawirawan TNI Tidak Lagi Menempati Jabatan Strategis

Dalam pelantikan pejabat eselon I yang dilakukan pada Selasa (21/7/2026), BGN melakukan pergantian pada sejumlah posisi penting. Tiga purnawirawan TNI yang sebelumnya menempati jabatan strategis tidak lagi berada pada posisi tersebut.

Mereka adalah:

  • Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, sebelumnya menjabat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
  • Brigjen TNI (Purn) Sarwono, sebelumnya menjabat Sekretaris Utama.
  • Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran, sebelumnya menjabat Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran.

Posisi-posisi tersebut kemudian diisi oleh pejabat yang memiliki latar belakang birokrasi sipil dan pengalaman di berbagai instansi pemerintah.

Lili Khamiliyah dipercaya mengisi jabatan Sekretaris Utama. Sementara posisi Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran ditempati Zainuri yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Keuangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Untuk jabatan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, BGN menunjuk Ketut Sumedana yang sebelumnya dikenal sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.

Selain tiga posisi tersebut, BGN juga melantik dua pejabat baru lainnya, yakni:

  • dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola.
  • Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pergantian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal.

“Memang kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” kata Agustina usai pelantikan.

Menurut Agustina, pengangkatan para pejabat baru tersebut dilakukan melalui mekanisme penunjukan Presiden sesuai ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Presiden Nomor 83 tentang Badan Gizi Nasional.

Nanik Pilih Fokus Menjalani Pengobatan

Sehari setelah restrukturisasi diumumkan, Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan keputusan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadi.

Dalam unggahannya, Nanik mengungkapkan bahwa dirinya akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Ia juga menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh pendapat medis tambahan atau second opinion terkait kondisi kesehatannya.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tetapi untuk second opinion,” tulis Nanik.

Nanik juga menyebut telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut keterangannya, Presiden menerima pengunduran dirinya dan tetap meminta dirinya memberikan perhatian terhadap perkembangan BGN.

Dalam unggahan yang sama, Nanik mengungkapkan adanya pembahasan mengenai kemungkinan pembentukan Dewan Pengawas BGN yang nantinya dapat membantu pengawasan terhadap jalannya lembaga tersebut.

Sorotan Tertuju pada Pengganti Kepala BGN

Hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan mengisi posisi Kepala BGN setelah pengunduran diri Nanik.

Di tengah proses restrukturisasi organisasi yang sedang berlangsung, perhatian publik kini tertuju pada figur yang akan memimpin BGN ke depan. Sosok tersebut nantinya akan memiliki peran penting dalam melanjutkan pembenahan internal lembaga sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai target pemerintah.

Sejumlah informasi yang berkembang menyebut nama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai salah satu figur yang berpotensi mengisi posisi tersebut. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Istana Kepresidenan maupun Kementerian Sekretariat Negara terkait kabar tersebut.

Dengan perubahan struktur organisasi dan pergantian kepemimpinan yang terjadi dalam waktu berdekatan, BGN kini memasuki fase konsolidasi baru. Langkah tersebut dinilai penting mengingat lembaga ini memegang peran sentral dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi yang menyasar puluhan juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Editor: IJS