Polri Kirim 260 Personel ke Flores, Penanganan Gempa M7,7 Diperkuat

Personel Polri mengikuti apel pemberangkatan untuk mendukung penanganan gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto: Polri
Personel Polri mengikuti apel pemberangkatan untuk mendukung penanganan gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto: Polri

Harnas.id, JAKARTA – Polri menyiapkan 260 personel untuk mendukung penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan personel diawali dengan apel gelar pasukan di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (15/8/2026).

Ratusan personel tersebut disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan di wilayah terdampak. Mulai dari proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga penanganan kondisi masyarakat setelah bencana.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tahap pertama pemberangkatan melibatkan 137 personel dengan komposisi dari sejumlah satuan dan fungsi. Mereka disiapkan untuk menjalankan tugas sesuai kebutuhan penanganan bencana di lapangan.

“Malam ini yang diberangkatkan total 137 personel, terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel DVI dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel Humas 9 personel, personel Slog 3 personel, dan personel Propam 10 personel. Total sekitar 137 personel malam ini. Dan nanti besok juga ada yang kemudian kami berangkatkan dari Pondok Cabe, termasuk K9,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Komposisi tersebut menunjukkan penanganan gempa tidak hanya berfokus pada pencarian dan penyelamatan. Dukungan kesehatan, identifikasi korban, logistik, serta pengawasan internal juga dipersiapkan untuk mengikuti kebutuhan operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Johnny mengatakan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam pengerahan kekuatan Polri ke Flores dan sejumlah wilayah NTT yang terdampak gempa. Aparat di lapangan diminta memastikan proses pertolongan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan.

“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” kata Johnny.

Sebelum penguatan dari Mabes Polri diberangkatkan, jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak telah diperintahkan turun langsung ke lokasi. Mereka diminta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu proses evakuasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Polri juga telah mendirikan posko-posko bantuan di lokasi yang dinilai aman. Posko tersebut digunakan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Dari tingkat Mabes Polri, penguatan operasi dilakukan dengan menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor. Tim tersebut diperkuat enam personel kesehatan dan dokter serta dilengkapi peralatan SAR untuk menunjang proses pencarian dan pertolongan.

Dukungan medis juga disiapkan melalui tim kesehatan dan Disaster Victim Identification (DVI). Tim tersebut akan membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses identifikasi korban apabila dibutuhkan dalam penanganan di lapangan.

Polri turut menyiapkan personel K9 untuk membantu pencarian korban, terutama pada lokasi yang mengalami keruntuhan bangunan. Pengiriman anjing pelacak dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi serta kesiapan sarana transportasi menuju wilayah terdampak.

Pengerahan personel tersebut tidak bersifat tetap dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Polri menyatakan jumlah maupun jenis dukungan dapat ditambah berdasarkan kebutuhan masyarakat serta hasil pemantauan situasi.

“Sekali lagi, prioritas kami adalah keselamatan masyarakat. Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujar Johnny.

Dalam operasi penanganan gempa, Polri juga bekerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan antara Mabes Polri dan Polda NTT untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan bantuan dari tingkat pusat dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

Editor: IJS