
Harnas.id, TANGERANG – Pengembangan bisnis kuliner Indonesia di Arab Saudi memasuki babak baru melalui kerja sama antara Syarikah Makan Al Na’im LLC (SMAN) dengan dua merek makanan asal Indonesia, Baso Gejrot Indonesia dan Al Na’im Fried Chicken. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada Rabu (14/10/2026).
Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Prosesi simbolis itu disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri bersama sejumlah pejabat terkait.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang pengembangan merek kuliner Indonesia di pasar Arab Saudi. Melalui kolaborasi tersebut, kedua merek diharapkan dapat memperluas kegiatan usaha sekaligus menjangkau konsumen di pasar internasional.
Dalam kunjungan ke area pameran, Budi Santoso dan Dyah Roro Esti Widya Putri juga menyambangi stan Baso Gejrot Indonesia dan Al Na’im Fried Chicken. Keduanya mencicipi produk yang disajikan dan memberikan apresiasi atas upaya pelaku usaha Indonesia dalam memperkenalkan kuliner Nusantara ke pasar global.
Kembangkan Restoran di Kota Makkah
Syarikah Makan Al Na’im LLC merupakan perusahaan berbadan hukum Arab Saudi yang dimiliki warga negara Indonesia. Di bawah kepemimpinan Dr. Dilal Adlin Fadil selaku pendiri dan Chairman of the Board, perusahaan tersebut mengembangkan kerja sama bisnis kuliner Indonesia di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah.
Baso Gejrot Indonesia dan Al Na’im Fried Chicken menjadi dua merek yang telah mengembangkan usaha restoran di kota tersebut. Kehadiran keduanya merupakan bagian dari langkah memperkenalkan makanan Indonesia melalui kegiatan usaha langsung di luar negeri.
Baso Gejrot Indonesia dimiliki Riyad Abdul Malik Damanhuri melalui PT Kawan Sejahtera Abadi. Sementara itu, Al Na’im Fried Chicken dikembangkan melalui PT Alnaim Pangan Sejahtera, dengan Habib Asroiri menjabat sebagai Strategic Business Partner, Food & Beverage Development.
Dalam penandatanganan MoU tersebut, Dr. Dilal Adlin Fadil mewakili SMAN sebagai Chairman of the Board. Kesepakatan ini menjadi landasan kolaborasi untuk mengembangkan kedua merek kuliner tersebut di Arab Saudi.
SMAN Buka Akses Bisnis bagi Pelaku Usaha Indonesia
SMAN dikembangkan sebagai platform bagi pengusaha Indonesia yang ingin memasuki dan memperluas bisnis di Arab Saudi, terutama dalam sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).
Melalui fungsi sebagai payung hukum korporasi dan mitra pengembangan usaha, SMAN menyediakan jalur kerja sama bagi merek Indonesia yang ingin membangun operasional bisnis di negara tersebut. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan hukum, perizinan, dan investasi yang berlaku di Arab Saudi.
Skema pengembangan yang ditawarkan tidak terbatas pada pemasaran produk. Peluang kerja sama juga mencakup pengoperasian restoran, pembentukan kemitraan bisnis, serta pengembangan ekosistem usaha yang dapat mendukung keberlanjutan operasional.
Model tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih luas, termasuk membangun jaringan distribusi dan hubungan komersial dengan mitra di pasar tujuan.
Pasar Makkah Dinilai Punya Peluang bagi Kuliner Nusantara
Makkah memiliki karakter pasar yang berbeda karena menjadi salah satu tujuan utama jemaah haji dan umrah dari berbagai negara. Arus pengunjung dengan latar belakang budaya dan kebutuhan makanan yang beragam membuka peluang bagi usaha kuliner Indonesia untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui Baso Gejrot Indonesia dan Al Na’im Fried Chicken, SMAN berupaya memperkenalkan cita rasa Nusantara kepada masyarakat Arab Saudi, komunitas warga Indonesia, serta konsumen internasional yang berkunjung ke Makkah.
Peluang bisnis tersebut juga berpotensi berkembang melampaui layanan restoran. Sejumlah sektor yang dapat dijajaki antara lain penyediaan katering, layanan makanan bagi jemaah, serta pemasaran bahan pangan, bumbu, rempah, dan produk Indonesia lainnya yang memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar Arab Saudi.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, keterhubungan antara restoran, pemasok bahan baku, dan mitra distribusi dapat membuka peluang kemitraan baru. Ekosistem tersebut juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha serta industri pangan Indonesia.
TEI 2026 Jadi Ajang Penjajakan Kerja Sama Internasional
Keikutsertaan SMAN dalam TEI 2026 dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang pengembangan usaha di Arab Saudi kepada pemilik merek, pengusaha, investor, dan calon mitra bisnis dari Indonesia.
Penandatanganan MoU dengan Baso Gejrot Indonesia dan Al Na’im Fried Chicken menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kolaborasi lintas negara. Melalui kerja sama tersebut, SMAN berharap semakin banyak merek Indonesia dapat menjajaki peluang pasar Arab Saudi dengan memperhatikan ketentuan bisnis yang berlaku.
Bagi SMAN, ekspansi kuliner Nusantara tidak hanya berkaitan dengan pembukaan restoran di luar negeri. Pengembangan bisnis juga diarahkan pada pembentukan hubungan yang menghubungkan merek, produk, investasi, dan kemitraan Indonesia dengan pasar internasional.
Dari Indonesia menuju Tanah Suci, kuliner Nusantara diharapkan semakin dikenal melalui produk sekaligus merek dan usaha yang berkembang di pasar global.
Tentang Syarikah Makan Al Na’im LLC
Syarikah Makan Al Na’im LLC (SMAN) merupakan perusahaan berbadan hukum Arab Saudi dengan kepemilikan warga negara Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan usaha dan kemitraan bisnis, terutama di sektor makanan dan minuman.
SMAN mendukung pengembangan merek kuliner Indonesia di Arab Saudi melalui kolaborasi usaha, pengembangan restoran, serta peluang kemitraan komersial yang dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kontak Media:
Syarikah Makan Al Na’im LLC (SMAN)
Sandi Hasyono
Marketing & Public Relations
WhatsApp: +62 812-8003-5369
Editor: IJS







