EIGER Nature Siap Dibuka September 2026, Bawa Konsep Ekowisata dengan 7E di Bogor

EIGER Nature Siapkan Destinasi Ekowisata Baru di Bogor untuk Dibuka September 2026. Foto: Eiger
EIGER Nature Siapkan Destinasi Ekowisata Baru di Bogor untuk Dibuka September 2026. Foto: Eiger

Harnas.id, BOGOR – EIGER memperkenalkan EIGER Nature, destinasi ekowisata yang akan dibuka untuk publik pada September 2026 di Bogor, Jawa Barat. Destinasi ini menjadi identitas baru dalam pengembangan kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land.

Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama. EIGER Nature membawa arah baru dengan menempatkan alam, budaya, edukasi, masyarakat dan pengalaman petualangan sebagai bagian yang saling terhubung.

Konsep tersebut berangkat dari perjalanan EIGER selama hampir empat dekade yang tumbuh dari aktivitas alam dan petualangan. Melalui EIGER Nature, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak berhenti pada aktivitas rekreasi, tetapi juga memberi ruang bagi pembelajaran serta manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya.

Dalam pengembangannya, EIGER Nature menggunakan konsep 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi dan Ekonomi. Ketiganya menjadi dasar untuk menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, budaya dan masyarakat serta manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yaitu:

  • Ekologi
  • Etnologi
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Estetika
  • Etika
  • Entertainment

Kerangka 7E tersebut digunakan sebagai acuan dalam merancang kawasan, program dan pengalaman wisata. EIGER Nature ingin aktivitas pariwisata dapat berjalan beriringan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi serta pemberdayaan masyarakat.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.

Komitmen terhadap keberlanjutan disebut telah diterapkan sejak tahap pengembangan kawasan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penghijauan dengan penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.

Selain penghijauan, EIGER Nature melakukan pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta menyiapkan sistem pengelolaan sampah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai ekologis kawasan dalam jangka panjang.

Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan kawasan juga melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang yang berasal dari masyarakat sekitar. Saat destinasi beroperasi, EIGER Nature diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.

EIGER juga menetapkan alokasi 5 persen dari laba bersih EIGER Nature untuk mendukung sejumlah program keberlanjutan. Dana tersebut akan diarahkan untuk pelestarian alam, pelestarian budaya dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program yang didukung antara lain kegiatan konservasi, pengelolaan limbah serta program 1 Ticket 1 Tree. Dengan skema tersebut, keberlanjutan ditempatkan bukan hanya sebagai upaya mengurangi dampak negatif kegiatan wisata, tetapi juga sebagai cara menciptakan manfaat yang dapat terus berkembang bagi lingkungan dan masyarakat.

EIGER Nature juga menyiapkan berbagai aktivitas yang menggabungkan unsur alam, petualangan, budaya, konservasi dan hospitality. Pengunjung nantinya dapat menikmati sejumlah atraksi berbasis alam yang dikembangkan di kawasan tersebut.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Suspension Bridge
  • Tree House & Net Adventure
  • Cultural Walk
  • Playscape
  • Nature Walk
  • Forest Adventure
  • Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping dan Cabin

Selain aktivitas luar ruang, EIGER Nature mengintegrasikan teknologi dalam pengalaman pengunjung. Konsep paperless dan integrated experience diterapkan melalui integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi hingga transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Teknologi tersebut ditempatkan sebagai pendukung agar aktivitas wisata dapat berlangsung lebih praktis dan terintegrasi. Namun, EIGER menegaskan pemanfaatan teknologi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan pengalaman utama pengunjung ketika berinteraksi langsung dengan alam.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.

EIGER Nature dijadwalkan mulai menerima kunjungan publik pada September 2026. Dengan konsep yang menggabungkan rekreasi, konservasi, budaya dan pemberdayaan masyarakat, destinasi ini diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekowisata yang tidak hanya menawarkan tempat berlibur, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai bagi pengunjung dan lingkungan.

Editor: IJS