Menhub Dudy Rombak Eselon I, Suharto Naik Kelas ke Kepala BPSDM Perhubungan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Melantik Pejabat Eselon I Kemenhub. Foto: Istimewa
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Melantik Pejabat Eselon I Kemenhub. Foto: Istimewa

Harnas.id, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan perombakan jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jumat (3/2/2026). Rotasi ini disebut sebagai langkah penyegaran organisasi sekaligus penguatan kualitas pelayanan publik.

Salah satu nama yang mendapat promosi adalah Suharto. Ia kini dipercaya menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri Perhubungan.

Selain Suharto, Menhub juga melantik Arif Toha Tjahjagama sebagai Sekretaris Jenderal, Djarot Tri Wardhono sebagai Inspektur Jenderal, serta Antoni Arif Priadi sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan Energi.

Dalam keterangannya di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Dudy menegaskan rotasi jabatan merupakan bagian dari penyesuaian kebutuhan strategis kementerian. Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Rotasi ini kami lakukan untuk menyesuaikan kebutuhan strategis Kementerian Perhubungan. Saya yakin para pejabat yang menerima jabatan ini sangat mumpuni, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi untuk memajukan Kementerian Perhubungan,” ujar Dudy.

Suharto sendiri dikenal sebagai birokrat yang meniti karier dari level staf. Ia pernah bertugas di Kemenhub, kemudian berkiprah di Pemerintah Kota Bogor hingga menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Pada 2016, ia kembali ke Kemenhub dan dipercaya memegang sejumlah posisi strategis. Di antaranya Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda serta Staf Ahli Menteri Perhubungan.

Suharto juga pernah menjabat Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD (PTDI-STTD) di Cibitung, Bekasi. Selain itu, ia pernah menjadi Direktur Angkutan yang terlibat dalam pengembangan program angkutan massal di berbagai daerah.

Program angkutan massal tersebut kini menjadi bagian dari agenda transportasi di sejumlah pemerintah daerah. Pengalaman ini dinilai menjadi modal penting dalam memimpin BPSDM Perhubungan.

Usai pelantikan, Suharto menyatakan komitmennya untuk menjalankan kebijakan Menhub, khususnya dalam membangun humanware atau SDM transportasi yang unggul. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci kemajuan sektor transportasi nasional.

Rotasi pejabat Eselon I ini menandai fokus Kemenhub pada konsolidasi internal. Di tengah tantangan integrasi moda dan pengembangan teknologi transportasi, kualitas SDM menjadi fondasi utama kebijakan ke depan.

Editor: IJS