Jejak Suyudi dari Bogor Menuju Calon Kapolri, Pernah Pimpin Polresta Bogor Kota

Komjen Pol Suyudi Ario Seto. Foto: Istimewa
Komjen Pol Suyudi Ario Seto. Foto: Istimewa

Harnas.id, BOGOR — Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini memasuki babak baru dalam perjalanan panjang kariernya di kepolisian. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Namun, jauh sebelum namanya diajukan ke DPR RI, Suyudi pernah menjalani bagian penting dari perjalanan kariernya di Bogor.

Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 tersebut pernah dipercaya memimpin Polres Bogor dan kemudian Polresta Bogor Kota. Dari wilayah inilah salah satu fase kepemimpinan kewilayahan Suyudi terbentuk sebelum kariernya berlanjut ke sejumlah jabatan strategis di kepolisian.

Kini, lebih dari satu dekade setelah menjalani penugasan di Bogor, Suyudi berada di tingkat nasional sebagai calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

Dari Reserse hingga Memimpin Wilayah

Suyudi lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Lulusan Akpol 1994 ini memiliki latar belakang reserse yang cukup kuat.

Pada awal kariernya, Suyudi banyak berkecimpung dalam fungsi reserse dan penyidikan. Sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya pernah diembannya, termasuk sebagai kapolsek dan kasat reskrim.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya menduduki jabatan sebagai kepala kepolisian resor.

Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Bogor menjadi salah satu wilayah penting dalam perjalanan tersebut.

Saat memimpin kepolisian di Bogor, Suyudi tidak hanya berhadapan dengan persoalan penegakan hukum, tetapi juga karakter wilayah perkotaan dan kabupaten dengan dinamika masyarakat serta persoalan keamanan yang berbeda.

Pengalaman memimpin satuan kewilayahan itu kemudian menjadi bagian dari rekam penugasannya sebelum masuk ke sejumlah posisi strategis di tingkat pusat.

Dari Bogor Berlanjut ke Bareskrim

Setelah menjalani sejumlah penugasan kewilayahan, karier Suyudi berlanjut ke lingkungan Bareskrim Polri.

Ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan di bidang penyidikan, termasuk Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Latar belakang reserse yang dimilikinya semakin memperluas pengalaman Suyudi dalam menangani berbagai bentuk kejahatan, termasuk tindak pidana ekonomi dan kejahatan berbasis teknologi.

Dari Bareskrim, perjalanan kariernya kembali berlanjut ke tingkat kewilayahan dengan jabatan yang lebih tinggi.

Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya.

Setahun kemudian, ia mendapat penugasan sebagai Kapolda Banten. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis yang diembannya sebelum mendapat kepercayaan memimpin lembaga negara di luar struktur kepolisian.

Pada 25 Agustus 2025, Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN.

Penugasan tersebut membawa Suyudi ke panggung nasional dalam agenda pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Tak lama setelah menjadi Kepala BNN, Suyudi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga.

Dari Kepala BNN ke Calon Kapolri

Perjalanan Suyudi kemudian memasuki fase baru pada akhir September 2026.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengusulkan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri kepada DPR RI.

Surat Presiden mengenai pergantian Kapolri diterima DPR pada 30 September 2026. Sehari kemudian, Kamis (1/10/2026), Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI.

Dalam proses tersebut, perjalanan karier Suyudi menjadi bagian penting dari profil calon Kapolri, termasuk pengalamannya sebagai perwira reserse, pemimpin kepolisian di sejumlah daerah, pejabat strategis Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten hingga Kepala BNN.

Bogor dalam Jejak Karier Suyudi

Bagi masyarakat Bogor, perjalanan Suyudi memiliki catatan tersendiri.

Sebelum dikenal sebagai Kepala BNN dan kini calon Kapolri, Suyudi pernah berada di tengah dinamika keamanan dan pelayanan kepolisian di wilayah Bogor.

Dari Kapolres Bogor dan Kapolresta Bogor Kota, kariernya terus bergerak ke berbagai posisi strategis hingga akhirnya mengantarkannya ke tingkat nasional.

Kini, nama Suyudi kembali menjadi perhatian publik, bukan lagi sebagai pimpinan kepolisian di wilayah Bogor, melainkan sebagai calon Kapolri yang tengah menjalani proses konstitusional di DPR RI.

Perjalanan tersebut memperlihatkan satu rangkaian karier: dari reserse, memimpin wilayah, menduduki jabatan strategis di Mabes Polri, memimpin Polda, menjadi Kepala BNN, hingga akhirnya diusulkan menjadi calon pimpinan tertinggi Polri.

Editor: IJS